Minggu, 15 September 2019

Dicap Pendukung ISIS, Ketua Umum Garis Jadi Pengibar Merah Putih

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Ormas Gerakan Reformis Islam Cianjur, Chep Hernawan, menjadi petugas pengibar bendera merah putih pada kegiatan upacara peringatan HUT Kemerdekaan ke-74 RI di Lapang Upacara Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Kampung Palalangon, Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu 17 Agustus 2019. TEMPO/Deden Abdul Aziz

    Ketua Umum Ormas Gerakan Reformis Islam Cianjur, Chep Hernawan, menjadi petugas pengibar bendera merah putih pada kegiatan upacara peringatan HUT Kemerdekaan ke-74 RI di Lapang Upacara Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Kampung Palalangon, Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu 17 Agustus 2019. TEMPO/Deden Abdul Aziz

    TEMPO.CO, Cianjur - Ketua Umum Gerakan Reformis Islam (Garis) Cianjur, Chep Hernawan, menjadi petugas pengibar bendera merah putih pada kegiatan upacara peringatan HUT Kemerdekaan ke-74 RI. Upacara bendera digelar di Lapang Upacara Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Kampung Palalangon, Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu, 17 Agustus 2019.

    Chep mengaku upacara bendera dilakukan sebagai pembuktian dirinya masih tetap mendukung Pancasila dan NKRI, sekaligus membantah stigma sebagai pimpinan organisasi masyarakat yang radikal.

    "Kata siapa saya pemimpin ormas radikal yang anti Pancasila dan NKRI. Saya tetap mendukung NKRI dan Pancasila. NKRI harga mati! Pancasila harga mati!" ujar Chep Hernawan di Cianjur, Sabtu 17 Agustus 2019.

    Chep mengaku entah dari mana julukan yang diterimanya sebagai pemimpin ormas yang mendukung radikalisme dan terorisme. Dia juga kukuh membantah terlibat dalam kelompok ISIS. "Sekali lagi itu mah hoaks. Saya tak pernah terlibat," tukas dia.

    Lokasi kampung tempat upacara itu sendiri cukup unik. Di Desa Kertajaya dan Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang, terdapat komunitas warga pemeluk agama Kristen. Di kedua desa tersebut bertebaran belasan gereja besar dan kecil. Sementara beberapa pondok pesantren juga berdiri berdampingan dengan gereja, termasuk Ponpes Nurul Hidayah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.