LBH Pers Kecam Intimidasi Wartawan Liput Demo Sidang Tahunan MPR

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Unit K-9 yang dilengkapi dengan anjing pelacak jenis German Shepherds dikerahkan menjelang sidang tahunan MPR di Jakarta, Rabu, 14 Agustus 2019. Unit K-9 merupakan salah satu unit khusus di satuan TNI/Polri dengan kemampuan mendeteksi mengendus berbagai jenis narkoba, bahan peledak, dan situasi huru-hara. TEMPO/Lourentius EP

    Unit K-9 yang dilengkapi dengan anjing pelacak jenis German Shepherds dikerahkan menjelang sidang tahunan MPR di Jakarta, Rabu, 14 Agustus 2019. Unit K-9 merupakan salah satu unit khusus di satuan TNI/Polri dengan kemampuan mendeteksi mengendus berbagai jenis narkoba, bahan peledak, dan situasi huru-hara. TEMPO/Lourentius EP

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Bantuan Hukum atau LBH Pers menduga ada enam wartawan yang diintimidasi oleh polisi saat meliput unjuk rasa sidang tahunan MPR, Jumat, 16 Agustus 2019.

    Sejauh ini, ada lima korban yang sudah terverifikasi. "Korban yang sudah diverifikasi AJI Jakarta, itu jurnalis Vivanews, Jawa Pos, Antara, Bisnis Indonesia, dan Inews," kata Direktur LBH Pers Ade Wahyudin dihubungi, Jumat, 16 Agustus 2019. Sementara, jurnalis dari SCTV belum terverifikasi.

    Ade mengatakan para wartawan itu diduga mengalami intimidasi, kekerasan dan penyitaan terhadap alat kerja, penghapusan foto dan video. Ade mengatakan LBH Pers dan Aliansi Jurnalis Independen Jakarta masih mencari informasi lebih detail terkait kasus ini.

    Dia mengatakan bila data telah lengkap dan ditemukan adanya pelanggaran hukum, maka LBH Pers akan mendesak media asalnya untuk segera membuat laporan polisi.

    AJI Jakarta mengecam dugaan tindakan kekerasan oleh kepolisian ini. Ketua Divisi Advokasi AJI Jakarta Erick Tanjung mengatakan tindakan tersebut telah melanggar pidana dan Undang-Undsnh Pers. Erick mengatakan AJI bakal mendampingi para jurnalis untuk membuat laporan tersebut. "Kami akan dampingi" kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaksa Pinangki Sirna dalam 6 Nama Kronologi Pelarian Djoko Tjandra

    Setelah 11 tahun, Djoko Tjandra akhirnya ditangkap di Malaysia. Ada nama Pinangki Sirna Malasari dalam pelarian buron kasus cessie Bangk Bali itu.