Polisi Tetapkan 87 Tersangka Karhutla di 6 Wilayah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga  berusaha memadamkan kebakaran lahan di Desa Suak Pangkat, Kecamatan Bubon, Aceh Barat, Aceh, Rabu, 31 Juli 2019. Petugas BPBD Aceh dibantu warga terus berusaha melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Aceh Barat agar tidak terus meluas. ANTARA

    Sejumlah warga berusaha memadamkan kebakaran lahan di Desa Suak Pangkat, Kecamatan Bubon, Aceh Barat, Aceh, Rabu, 31 Juli 2019. Petugas BPBD Aceh dibantu warga terus berusaha melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Aceh Barat agar tidak terus meluas. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Markas Besar Polri telah menetapkan 87 orang sebagai tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di enam wilayah. 

    Keenam wilayah itu adalah Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, 87 tersangka itu terdiri dari 86 individu dan satu tersangka korporasi, yakni PT Sumber Sawit Sejahtera (PT SSS).

    "Iya jadi ada peningkatan tersangka ya, jadi 87 tersangka dalam 100 kasus karhutla," kata Dedi di kantornya, Jakarta Selatan pada Jumat, 16 Agustus 2019.

    Dedi mengatakan, peningkatan jumlah penetapan tersangka terjadi di Polda Riau dan Polda Kalimantan Barat. Di Polda Riau 20 tersangka menjadi 35 tersangka. 

    Sedangkan Polda Kalimantan Barat mengalami peningkatan dari 14 kasus menjadi 26 kasus dan jumlah tersangka dari 18 menjadi 30 orang. 

    Sementara untuk jumlah tersangka di empat wilayah lainnya, kata Dedi, masih sama. 21 tersangka di Kalimantan Tengah, 2 tersangka di Jambi, dan nihil tersangka di Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan.

    Terkait dengan kebakaran hutan dan lahan itu, Polri dan TNI pun telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Karhutla yang berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memetakan titik api. "Kami akan terus bekerja memadamkan api di sana," kata Dedi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.