Tolak KPI Awasi Netflix, Koalisi Pertanyakan Soal Sinetron Azab

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fitur streaming Netflix dan Youtube pada mobil Tesla. Sumber: carscoops.com

    Fitur streaming Netflix dan Youtube pada mobil Tesla. Sumber: carscoops.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Penggagas petisi dengan tagar KPI Jangan Urusin Netflix Dara Nasution menyerahkan tuntutan yang didukung 75 ribu orang itu kepada Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Mulyo Hadi Purnomo pada Rabu, 14 Agustus 2018.

    "Apa sinetron azab itu mencerminkan karakter bangsa? Apa talkshow yang mengeksploitasi penderitaan orang itu menunjukkan kepribadian bangsa? Saya kira tidak," kata Dara Nasution saat menyerahkan petisi sembari mempertanyakan fungsi KPI dalam pengawasan tayangan-tayangan siaran televisi di Indonesia.

    Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia itu mengatakan KPI semestinya fokus pada amanat Undang-Undang Penyiaran dan menunjukkan keberhasilannya dalam menjaga karakter bangsa dalam siaran yang menggunakan frekuensi. Bukan malah, kata dia, mengurusi siaran Netflix

    KPI, kata Dara, hanya mendapatkan mandat untuk mengawasi lembaga-lembaga penyiaran televisi dan radio yang menggunakan frekuensi publik. Sedangkan media baru seperti Netflix dan Youtube sudah punya fitur pengawasan di dalamya sehingga tidak perlu diawasi KPI.

    “Netflix dan YouTube, yang dikhawatirkan KPI akan merusak masyarakat, sudah memiliki fitur parental control dan klasiflkasi konten berdasarkan umur. KPI dan pemerintah hanya perlu mengajak semua platform (untuk) mengedukasi orang tua agar ikut terlibat dalam mengaktifkan content restriction itu," katanya.

    Dara menambahkan petisi itu telah mendapatkan dukungan dari 75 ribu orang dalam empat hari. "Gol kami memang supaya KPI tidak mengawasi Netflix, YouTube, dan sejenisnya. Karena kalau pun nantinya diawasi, itu bukan (tugas) KPI," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.