Lawan Hoaks Rugikan Partai, PDIP Bentuk Tim Siber Tingkat Ranting

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Diskusi bertajuk

    Diskusi bertajuk "Membaca Kongres PDIP: Who Will Be The Next?" di kantor PARA Syndicate, Kebayoran, Jakarta Selatan pada Jumat, 2 Agustus 2019. Hadir dalam diskusi ini peneliti senior CSIS J. Kristiadi, Politikus Senior PDIP Aria Bima, Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas Marcellus Hernowo di kantor PARA Syndicate dan Pemimpin Redaksi Harian Rakyat Merdeka Ricky Handayani. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bakal memperkuat tim siber mereka sampai ke tingkat pengurus ranting. Upaya itu dilakukan untuk memerangi kabar palsu dan ujaran kebencian yang masih banyak bertebaran di media sosial.

    Politikus PDIP Aria Bima mengatakan penguatan tim siber menjadi salah satu bahasan dalam Kongres V PDIP di Bali. "Kami menganggap banyaknya kabar bohong dan ujaran kebencian harus dihadapi secara serius," katanya saat ditemui di Sukoharjo, Selasa, 13 Agustus 2019.

    Semula, banyak kalangan menilai merebaknya hoaks dan ujaran kebencian merupakan dinamika menjelang ajang pemilihan umum. Namun, ternyata kondisi itu masih terjadi meski pemilu sudah usai. "Meski mungkin kuantitasnya sudah menurun," katanya.

    Selama ini upaya menghadapi bertebarannya kabar bohong dan ujaran kebencian ditangani oleh tim siber milik partainya di tingkat nasional. "Terkadang ditemukan oleh tim di daerah lantas dilaporkan ke tim siber pusat untuk ditangani," katanya.

    Salah satu hasil bahasan dalam kongres, mereka akan memperkuat kapasitas tim di daerah agar bisa menangani hoax dan ujaran kebencian secara mandiri. "Sebab ada juga hoaks yang tingkatnya lokal," kata anggota Komisi VI DPR RI tersebut.

    Saat ini mereka akan menyusun buku pedoman sebagai panduan bagi tim siber di daerah dalam menangani kabar bohong dan ujaran kebencian. "Tugas mereka bukan hanya memerangi hoaks tapi juga memberikan budaya literasi kepada masyarakat," katanya.

    Jika menemukan materi yang bermasalah di media sosial, tim bentukan PDIP, kata Aria, juga bertugas untuk mengingatkan pengunggahnya. "Jika tidak ditanggapi, baru kemudian dipertimbangkan untuk dibawa ke jalur hukum," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.