4 Hal Seputar Kematian Briptu Hedar: Diculik-Penelepon Misterius

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Polri mengusung peti berisi jenazah Briptu Hedar (24) yang menjadi korban penculikan dan penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa, 13 Agustus 2019. Atas jasanya, Hedar pun diberi kenaikan pangkat luar biasa satu tingkat dari Brigadir Polisi Satu menjadi Brigadir Polisi. ANTARA/Abriawan Abhe

    Anggota Polri mengusung peti berisi jenazah Briptu Hedar (24) yang menjadi korban penculikan dan penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa, 13 Agustus 2019. Atas jasanya, Hedar pun diberi kenaikan pangkat luar biasa satu tingkat dari Brigadir Polisi Satu menjadi Brigadir Polisi. ANTARA/Abriawan Abhe

    3. Panggilan Telepon untuk Hedar Jadi Bukti Kuat

    Polisi menyatakan Hedar sempat mendapat panggilan telepon dari seseorang sebelum disergap, disekap, dan ditembak mati oleh kelompok kriminal bersenjata di Kabupaten Puncak, Papua.

    Panggilan itu yang membuat Hedar dan rekannya, Bripka Alfonso Wakum berkendara motor menuju Kampung Usir, dekat Kampung Mudidok, Papua.

    “Sebelum almarhum berangkat ke sana, dia mendapat telepon dari orang untuk janjian,” kata Kepala Bidang Humas Polda Papua, Komisaris Besar Ahmad Kamal dihubungi Tempo, Selasa, 13 Agustus 2019.

    Kamal menuturkan Hedar sudah beberapa bulan ditugaskan di Kabupaten Puncak, sehingga ia kenal dekat dengan penduduk. Karena itu, orang-orang juga sering meminta bantuan kepada Hedar bila terjadi sesuatu.

    4. Polisi Kantongi Identitas Penelpon Hedar

    Kamal mengatakan, polisi sudah mengetahui identitas penelepon Hedar. Adanya telepon misterius itu mengawali peristiwa penembakan terhadap Hedar.

    "Identitas sudah diketahui," kata Kamal. Namun, ia tak mau menyebutkan identitas kedua orang tersebut. Selain itu, polisi kini tengah menelisik hubungan kedua orang itu dengan kelompok bersenjata yang diduga membunuh anggotanya.

    Polisi, kata Kamal, masih mendalami motif orang tersebut menghubungi Briptu Hedar. "Apakah memang dirancang atau dia juga dipaksa untuk menelepon," kata Kamal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.