Perintah Serang Balik Pasca Kematian Briptu Hedar, Ini Reaksi TNI

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Polri mengusung peti berisi jenazah Briptu Hedar (24) yang menjadi korban penculikan dan penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa, 13 Agustus 2019. Atas jasanya, Hedar pun diberi kenaikan pangkat luar biasa satu tingkat dari Brigadir Polisi Satu menjadi Brigadir Polisi. ANTARA/Abriawan Abhe

    Anggota Polri mengusung peti berisi jenazah Briptu Hedar (24) yang menjadi korban penculikan dan penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa, 13 Agustus 2019. Atas jasanya, Hedar pun diberi kenaikan pangkat luar biasa satu tingkat dari Brigadir Polisi Satu menjadi Brigadir Polisi. ANTARA/Abriawan Abhe

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letkol Inf. Dax Sianturi mengatakan, TNI siap mempertahankan kedaulatan Indonesia, khususnya Papua, meski kelompok bersenjata terus menyerang. Dax menegaskannya usai Wakil Presiden Jusuf Kalla memerintahkan TNI dan Polri melakukan serangan balik pasca kematian Brigadir Polisi Satu atau Briptu Hedar.

    Menurut Dax, JK menyatakan harapannya akan ada serangan yang menimbulkan efek jera terhadap gerombolan kriminal bersenjata tersebut. "Sebagai prajurit tentunya Kodam XVII/Cenderawasih siap untuk mempertahankan kedaulatan negara," ujar Dax dalam keterangan tertulis, Selasa 13 Agustus 2019.

    Hedar tewas dengan luka tembak di belakang kepala di Kabupaten Puncak, Papua, pada Senin, 12 Agustus 2019. Sebelum peristiwa itu, Hedar ditelepon oleh seseorang.

    Panggilan itu yang membuat Hedar dan rekannya, Bripka Alfonso Wakum, dengan mengendarai motor menuju Kampung Usir, dekat Kampung Mudidok. Namun, di tengah perjalanan, ada seorang warga lainnya yang memanggil nama Hedar.

    Panggilan itu membuat Hedar dan Alfonso berhenti. Hedar pun menghampiri orang yang memanggilnya.

    Tiba-tiba, dari dalam semak muncul sekelompok warga yang diduga anggota kelompok bersenjata. Briptu Hedar disergap dan dibawa tanpa bisa melakukan perlawanan. Belakangan diketahui Hedar ditembak mati di bagian kepala belakang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.