Kapolda Papua: Kematian Briptu Hedar Akibat Luka Tembak

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Rudolf A. Rodja (kiri) menyerahkan obor Asian Games 2018 kepada Menteri PPPA Yohana Yembise (tengah) di dermaga Armada III TNI AL, Sorong, Papua Barat, Jumat, 27 Juli 2018. Obor Asian Games 2018 akan diarak keliling kota oleh sejumlah pejabat bersama 18 pelari dengan menempuh jarak delapan kilometer. ANTARA/Olha Mulalinda

    Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Rudolf A. Rodja (kiri) menyerahkan obor Asian Games 2018 kepada Menteri PPPA Yohana Yembise (tengah) di dermaga Armada III TNI AL, Sorong, Papua Barat, Jumat, 27 Juli 2018. Obor Asian Games 2018 akan diarak keliling kota oleh sejumlah pejabat bersama 18 pelari dengan menempuh jarak delapan kilometer. ANTARA/Olha Mulalinda

    TEMPO.CO, JakartaBriptu Hedar meninggal setelah disandera kelompok bersenjata di Kabupaten Puncak, Papua, Senin, 12 Agustus 2019. Kematian anggota Polda Papua itu disebabkan luka tembak di tubuhnya.

    "Memang benar Briptu Hedar meninggal karena ditembak," kata Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Rodja kepada Antara di Jayapura, Selasa, 13 Agustus 2019.

    Kapolda yang mengaku sedang berada di dalam pesawat menuju Timika mengatakan, ada sejumlah luka tembak di tubuh korban.

    Jenazah almarhum Briptu Hedar saat ini sudah dievakuasi ke Timika dengan menggunakan pesawat Twin Otter milik Ribut Air.

    Briptu Hedar sebelumnya disandera kelompok bersenjata di Kabupaten Puncak. Penyanderaan dilakukan saat ia bersama rekannya Bripka Alfonso Wakum tengah mengendarai sepeda motor di sekitar Kampung Usir dekat Kampung Mudidok pada Senin lalu.

    Saat melintas ada warga yang memanggil nama korban sehingga keduanya berhenti. Briptu Hedar kemudian menghampiri warga sipil tersebut. Tiba-tiba dari dalam semak belukar muncul sekelompok warga yang diduga anggota kelompok bersenjata menangkap korban. Briptu Hedar kemudian dibawa tanpa bisa melakukan perlawanan.

    Sedangkan rekannya, Bripka Alfonso Wakum melihat insiden tersebut langsung menjatuhkan diri dan bersembunyi. Ketika situasi dianggap aman ia langsung menuju ke Polsek Ilaga untuk melaporkan insiden yang mereka alami.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.