KPK Tahan Anggota DPR I Nyoman Dhamantra

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Komisi VI DPR Fraksi PDI Perjuangan, Nyoman Dhamantra (kanan), menjalani pemeriksaan setelah dijemput di Bandara Soekarno-Hatta, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis, 8 Agustus 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    Anggota Komisi VI DPR Fraksi PDI Perjuangan, Nyoman Dhamantra (kanan), menjalani pemeriksaan setelah dijemput di Bandara Soekarno-Hatta, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis, 8 Agustus 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Dhamantra (INY) dalam kasus suap pengurusan izin impor bawang putih tahun 2019. Dhamantara ditahan bersama lima orang tersangka lain dalam kasus yang sama.

    "Penahanan dilakukan selama 20 hari ke depan," kata Juru bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jumat, 9 Agustus 2019.

    Enam tersangka yang ditahan yaitu tiga dari pihak penerima dan tiga dari pihak pemberi suap.

    Tiga penerima yakni I Nyoman Dhamantra ditahan di Rutan Polres Jakarta Timur, Mirawati Basri (MBS) orang kepercayaan I Nyoman ditahan di Rutan Klas I Cabang KPK, dan Elviyanto (ELV) dari unsur swasta ditahan di Rutan Klas I Cabang KPK.

    Adapun tiga tersangka yang merupakan pemberi suap, yakni Chandry Suanda (CSU) alias Afung ditahan di Rutan Klas I Cabang KPK, Doddy Wahyudi (DDW) dari unsur swasta ditahan di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur, dan Zulfikar (ZFK) dari unsur swasta ditahan di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur.

    Dalam konstruksi perkara disebutkan bahwa permintaan fee dari politikus PDIP itu dilakukan melalui Mirawati. Angka yang disepakati pada awalnya adalah Rp 3,6 miliar dan komitmen fee Rp 1.700 sampai Rp 1.800 dari setiap kilogram bawang putih yang diimpor.

    Duit imbal jasa tersebut akan digunakan mengurus perizinan kuota impor 20 ribu ton bawang putih untuk beberapa perusahaan, termasuk perusahaan yang dimiliki oleh Chandry alias Afung.

    Dari permintaan fee Rp 3,6 miliar tersebut sudah terealisasi Rp 2,1 miliar. Setelah menyepakati metode penyerahan, Zulfikar mentransfer Rp 2,1 miliar ke Doddy. Kemudian Doddy mentransfer Rp 2 miliar ke rekening kasir money changer milik I Nyoman Dhamantra.

    Uang Rp 2 miliar tersebut direncanakan untuk digunakan mengurus Surat Persetujuan Impor (SPI) bawang putih tersebut.

    Sedangkan Rp 100 juta masih berada di rekening Doddy yang akan digunakan untuk operasional pengurusan izin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.