Putusan Perkara Jual Beli Jabatan di Kemenag Dijadwalkan Hari Ini

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi (depan) dan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin meninggalkan gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019. Keduanya diperiksa terkait kasus dugaan suap seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kemenag.  TEMPO/Imam Sukamto

    Tersangka Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi (depan) dan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin meninggalkan gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019. Keduanya diperiksa terkait kasus dugaan suap seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kemenag. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sidang putusan dua terdakwa suap jual beli jabatan di Kementerian Agama, Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanudin, dijadwalkan digelar hari ini, Rabu, 7 Agustus 2019, di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

    Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakarta Pusat, sidang putusan perkara suap dalam jual beli jabatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dengan terdakwa bekas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Haris Hasanudin. Sedangkan sidang putusan Muafaq, Kepala Kantor Kemenag nonaktif Kabupaten Gresik, rencananya diadakan pukul 10.00. Namun, hingga sekitar pukul 12.30 belum ada kabar kapan kedua sidang tersebut akan dimulai.

    Muafaq Wirahadi telah menyampaikan pleidoi pada Selasa, 24 Juli 2019. Sedangkan tuntutan dibacakan oleh jaksa pada 17 Juli 2019. Saat itu, jaksa menuntut Muafaq hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp 150 juta atau subsider 2 bulan kurungan. Jaksa menilai terdakwa memberi suap berjumlah Rp 91,4 juta kepada Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan kala itu, Romahurmuziy, supaya mendapat jabata.

    Adapun terdakwa suap lainnya, Haris Hasanuddin, memohon kepada Majelis Hakim menjatuhkan vonis seringan-ringannya. "Empat bulan lebih telah saya lewati di mana kehidupan saya harus jalani di dalam ruang tahanan. Hal ini tentu membuat saya telah dihukum berat dengan hancurnya karir saya secara tiba-tiba. Saya juga harus menanggung malu kepada keluarga, kerabat, dan tetangga," tuturnya.

    Romahurmuziy alias Romi disangka menerima suap Rp 300 juta dari Haris Hasanuddin dan Muafaq Wirahadi dalam jual beli jabatan di Kemenag. 

    HALIDA BUNGA FISANDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.