PA 212 Pertimbangkan Depak Amien Rais dari Penasihat

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menunjukkan buku berjudul Jokowi People Power saat jeda pemeriksaan untuk salat Jumat, di Polda Metro Jaya untuk memenuhi panggilan, Jakarta, 24 Mei 2019. ANTARA

    Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menunjukkan buku berjudul Jokowi People Power saat jeda pemeriksaan untuk salat Jumat, di Polda Metro Jaya untuk memenuhi panggilan, Jakarta, 24 Mei 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Persatuan Alumni atau PA 212 Novel Bamukmin mengatakan Ijima Ulama IV yang akan diadakan pekan depan akan membahas posisi Amien Rais sebagai Penasihat PA 212.

    "Kami mengikuti putusan, termasuk akan mempertimbangkan apakah Amien Rais masih ada atau tidak ada," kata Novel seusai diskusi berjudul "Perlukan Ijtima Ulama IV?" di Hotel Sentral, Jakarta, hari ini, Sabtu, 3 Agustus 2019.

    Rencananya, Ijtima Ulama IV digelar di Hotel Lor In, Sentul pada Senin, 5 Agustus 2019, mulai pukul 07.00 WIB. 

    Menurut Novel, timbang ulang posisi Amien Rais dilakukan karena PA 212 kapok melibatkan elite politik di dalam kepengurusan. "Harus melangkah ke depan tanpa mereka."

    Amien Rais dinilainya telah mencederai PA 212 lewat pernyataannya perihal power sharing 55-45 terhadap partai koalisi Presiden Jokowi. Novel mengatakan PA 212 tidak bisa menerima pernyataan itu, termasuk pernyataan Amien Rais yang mengelompokkan partai Allah dan partai setan. "Masak partai Allah dan partai setan power sharing?" tuturnya.

    Novel Bamukmin menegaskan Ijtima Ulama IV tidak akan mengundang satupun tokoh politik dan elite politik. "Jadi kami benar-benar netral sajalah. Kalaupun 2024 punya sikap politik, saya mau pengurus PA 212 jangan ada lagi orang partai," ucapnya.

    HALIDA BUNGA FISANDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.