Tolak Penutupan Taman Nasional Komodo, Masyarakat Temui Jokowi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Pulau Rica, di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis 10 Juni 2019. Pulau Rinca merupakan bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO, karena merupakan kawasan Taman Nasional Komodo bersama dengan Pulau Komodo, Pulau Padar dan Gili Motang. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Pulau Rica, di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis 10 Juni 2019. Pulau Rinca merupakan bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO, karena merupakan kawasan Taman Nasional Komodo bersama dengan Pulau Komodo, Pulau Padar dan Gili Motang. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Forum Masyarakat Penyelamat Pariwisata Manggarai Barat (Formapp Mabar) mengatakan akan bertemu Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk membahas soal rencana penutupan Taman Nasional Komodo.

    Perwakilan Formapp, Rafael, tidak setuju dengan penutupan Pulau Komodo karena akan berdampak pada perekonomian masyarakat asli di sana. Selain itu, Rafael menolak untuk adanya relokasi masyarakat.

    "Masyarakat Komodo ini sudah lama dari 2013 mereka sudah bermatapencaharian di pariwisata," kata Rafael, Jumat, 2 Agustus 2019. Rencananya mereka akan bertemu Jokowi di Istana Bogor sore hari ini.

    Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur Wayan Darmawa menegaskan penutupan Pulau Komodo yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo akan dilakukan pada awal tahun 2020.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengunjungi Pulau Komodo dan mengatakan bahwa ada pembatasan bagi wisatawan karena itu merupakan kawasan konservasi.

    Jokowi meminta wisatawan dapat melihat komodo di Pulau Rinca yang lokasinya masih berada di kawasan Taman Nasional Komodo. Tujuan penutupan lokasi ini adalah untuk memulihkan dan melakukan konservasi di sana.

    MARVELA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.