FKPPI Jawa Timur Jaring Enam Nama untuk Pilkada Surabaya 2020

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi TPS Pilkada. Dok TEMPO

    Ilustrasi TPS Pilkada. Dok TEMPO

    TEMPO.CO, Surabaya - Forum Komunikasi Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) Jawa Timur memunculkan enam figur yang dinilai layak maju untuk Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Surabaya pada 2020, hasil kajian diskusi kelompok terfokus, Selasa malam, 30 Juli 2019. Mereka adalah Adies Kadir (Partai Golkar), Bambang Haryo (Partai Gerindra), Sutadi (Partai Gerindara) dan Whisnu Sakti Buana (PDI Perjuangan), Diah Katarina (PDI Perjuangan) dan Hesti Armiwulan (Anggota Komnas HAM).

    “Kami mendorong munculnya kader-kader yang memiliki kapasitas dan kualitas kepemimpinan untuk melanjutkan dan memperkuat keberhasilan dan arah kebijakan wali kota saat ini,” kata Wakil Ketua PD XIII FKPPI Jatim Agus Ronald, di Surabaya, Rabu, 31 Juli 2019.

    Sekretaris Pengurus Daerah (PD) XIII FKPPI Jatim, Tony Hartono mengatakan untuk mewujudkan pandangan-pandangan terhadap Pilkada Kota Surabaya, FKPPI Jawa Timur akan melakukan upaya untuk terbentuknya "Koalisi Tiga" dalam Pilkada Surabaya 2020-2025. "Koalisi Tiga" yang dimaksud adalah koalisi tiga partai politik, yakni PDIP, Golkar, dan Gerindra.”

    Ketiga kekuatan politik ini dianggap memiliki ketersediaan kader yang berkapasitas dan kualitas kepemimpinan untuk mewujudkan adanya rekonsialiasi politik, melanjutkan dan memperkuat stabilitas keamanan dan politik kebangsaan, serta kemampuan untuk melanjutkan keberhasilan dan arah kebijakan wali kota saat ini. 

    Enam nama yang masuk dalam penjaringan FKPPI untuk Pilkada Surabaya itu telah banyak dikenal publik. Wisnu Sakti Buana, misalnya, kini masih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Surabaya. Whisnu juga dua periode menjadi Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya dan pernah juga menjadi anggota DPRD Jatim dan DPRD Surabaya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.