Haedar kepada Dahnil: Jangan Bawa Muhammadiyah ke Politik Praktis

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Azhar saat tiba di PN Jakarta Selatan, Kamis, 11 April 2019. Danhil akan menjadi saksi untuk terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet.TEMPO/Muhammad Hidayat

    Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Azhar saat tiba di PN Jakarta Selatan, Kamis, 11 April 2019. Danhil akan menjadi saksi untuk terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet.TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar  Simanjuntak resmi menjadi juru bicara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan tak masalah dengan pilihan politik kadernya. "Muhammadiyah  mempersilakan kadernya berkiprah di politik praktis, instansi pemerintahan, dan lainnya," kata Haedar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Selasa, 30 Juli 2019.

    Haedar hanya berpesan bagi kader Muhammadiyah yang terjun khususnya dalam politik praktis, bisa menjaga integritas, moralitas, dan peran sebagai orang yang membawa nilai nilai Islam keMuhammadiyahan yang memajukan dan mencerahkan.  "Di manapun posisi politik yang dipilih, asal jangan membawa bawa Muhammadiyah terseret dalam pergulatan politik praktis," ujar Haedar.

    Haedar meminta Dahnil juga siapapun kader Muhammadiyah yang terjun politik praktis harus bisa memposisikan diri. "Mau kader itu ada di partai politik A sampai Z, kami minta bisa berperan maksimal membawa partainya itu menjadi kendaraan politik yang memajukan bangsa."

    Kemarin malam, Ahad, 28 Juli 2019, Prabowo mengumumkan Dahnil resmi menjadi juru bicaranya. Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu pun menyatakan Dahnil yang bakal menjadi wakilnya berbicara kepada publik.

    Dahnil Anzar membenarkan dirinya sudah resmi menjadi anggota Partai Gerindra. "Kartu Tanda Anggota saya terima beberapa hari lalu."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.