Jokowi Terus Memantau Perkembangan Kesehatan Buya Syafii

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden RI terpilih 2019-2024 Joko Widodo menjawab pertanyaan wartawan seusai menghadiri acara silaturahmi dan pembubaran Tim Kampanye Nasional (TKN) di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat, 26 Juli 2019. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin resmi dibubarkan yang merupakan penanda bahwa TKN telah selesai melaksanakan tugasnya untuk memenangkan pasangan calon presiden nomor urut 01. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Presiden RI terpilih 2019-2024 Joko Widodo menjawab pertanyaan wartawan seusai menghadiri acara silaturahmi dan pembubaran Tim Kampanye Nasional (TKN) di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat, 26 Juli 2019. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin resmi dibubarkan yang merupakan penanda bahwa TKN telah selesai melaksanakan tugasnya untuk memenangkan pasangan calon presiden nomor urut 01. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Sukoharjo-Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengirimkan tim dokter kepresidenan untuk membantu pengobatan mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif alias Buya Syafii. Jokowi juga mengaku terus mengikuti perkembangan kondisi kesehatan Buya Syafii.

    "Alhamdulillah, perkembangannya cukup baik," kata Jokowi saat ditemui di Sukoharjo, Ahad 28 Juli 2019. Dia mengaku telah mendapat laporan perkembangan kesehatan Budya Syafii dari Menteri Sekretaris Negara Praktikno.

    Menurut Jokowi, dia selalu memonitor kondisi kesehatan tokoh Muhammadiyah itu. Selain dari Pratikno, Jokowi juga mendapat laporan dari tim dokter kepresidenan.

    Jokowi menuturkan mendapat kabar Syafii Maarif sakit sejak Rabu kemarin. Namun ia belum sempat membesuk. "Karena itulah saya mengutus Pak Pratikno, Pak Teten Masduki, disertai tim dokter kepresidenan dari Jakarta untuk memantau keadaan Buya," kata dia.

    Dari hasil pemeriksaan medis sebelumnya, Syafii dideteksi mengalami gangguan di saluran kencing. Sakit yang diderita Syafii kemungkinan disebabkan ada iritasi batu ginjal sebelah kanan, namun sudah dilakukan terapi ESWL (extracorporeal shock wave lithotripsy) dengan gelombang kejut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?