PKS Ajak Partai Pro Prabowo Jadi Oposisi, Mardani: Ini Mulia

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prabowo Subianto didampingi Sandiaga Uno saat mendeklarasikan kemenangan dalam Pilpres Pemilu 2019 di Jakarta, Kamis, 18 April 2019. Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Prabowo Subianto didampingi Sandiaga Uno saat mendeklarasikan kemenangan dalam Pilpres Pemilu 2019 di Jakarta, Kamis, 18 April 2019. Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera atau PKS mengajak partai-partai pendukung Prabowo - Sandiaga Uno di Pemilihan Presiden 2019 menjadi oposisi. Politikus PKS Mardani Ali Sera mengatakan, oposisi diperlukan agar pemerintahan berjalan sehat.

    “Saya pribadi selalu menyatakan yang paling baik secara etika dan logikanya pendukung Pak Prabowo dan Bang Sandi semuanya bergabung bersama kami, oposisi,” ujar Mardani di D’consulate lounge, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Sabtu 27 Juli 2019.

    Mardani menambahkan oposisi perlu untuk mengkritik pemerintah, karena saat ini tingkat partisipasi masyarakat Indonesia dalam politik sedang tinggi. Saat seperti ini, kata Mardani, penting untuk menjaga kepuasan publik terhadap pemerintah, agar masyarakat tidak kecewa.

    Ia pun mengaku tak menolak adanya pertemuan antara Prabowo dan Jokowi, maupun Prabowo dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Namun Mardani mengharapkan dalam pertemuan itu Prabowo menyatakan sikapnya sebagai oposisi.

    “Cukup menyatakan ‘Pak Jokowi monggo sebagai pemenang, dan kami akan menjadi oposisi yang kritis konstruktif’, itu sehat,” ujar Mardani.

    Rekonsiliasi, kata dia, tidak akan selesai dengan pertemuan. Namun rekonsiliasi selesai dengan edukasi publik, dan edukasi publik akan selesai ketika ada yang berani menyatakan diri sebagai oposisi. Publik menurutnya perlu diedukasi, bahwa berlawanan dengan pemerintah bukan berarti menyerang pemerintahan secara personal, namun lebih ke arah mengkritisi kebijakan publik.

    Sikap resmi PKS nantinya akan ditentukan oleh musyawarah majelis syuro. Namun sikap kader secara umum, termasuk Mardani, ia klaim sudah menyatakan diri sebagai oposisi.

    “Karena bagaimana pun kita harus memberikan contoh ke publik bahwa oposisi itu mulia, oposisi itu baik, oposisi itu juga sehat. Bahkan pemerintahan yang kuat memerlukan oposisi yang kuat,” tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.