Ombudsman Nilai Manajemen Krisis Garuda Indonesia Buruk

Reporter

Editor

Amirullah

Seorang teknisi melakukan pengecekan pesawat Garuda Indonesia tipe Boeing 737 Max 8 di Garuda Maintenance Facility AeroAsia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, 13 Maret 2019. Garuda Indonesia memesan Max 8 sebanyak 50 unit adalah untuk peremajaan dan efesiensi. REUTERS/Willy Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta - Ombudsman RI menilai manajemen krisis Garuda Indonesia dalam kasus menu tulis tangan buruk. Anggota Ombudsman Alvin Lie menengarai keputusan melaporkan dua vlogger ke polisi diambil atas dasar informasi yang belum terverifikasi.

"Saya melihat Garuda masih sangat lemah dalam manajemen krisis," kata Alvin di kantornya, Jakarta, Rabu, 17 Juli 2019.

Kasus menu Garuda bermula saat dua orang Youtuber, Rius Vernandes dan Elwiyana Monica, menumpang maskapai plat merah ini dalam penerbangan Sydney ke Denpasar. Dalam penerbangan kelas bisnis itu, keduanya mendapatkan catatan tulis tangan yang diduga sebagai menu makanan dan minimum. Mereka kemudian mengunggah foto secarik kertas itu melalui Instastory di Instagram. Pihak Garuda kemudian melaporkan kedua orang itu atas dugaan pencemaran nama baik.

Setelah kejadian ini, Garuda juga membuat surat edaran yang melarang penumpang mengambil foto atau video selama penerbangan. Belakangan, Garuda mengubah larangan itu menjadi imbauan. Garuda berdalih surat larangan itu sebenarnya belum final dan masih bersifat internal namun kadung bocor ke publik.

Alvin mengatakan sempat meminta penjelasan atas kasus ini kepada pihak manajemen Garuda. Ombudsman, kata dia, meminta klarifikasi karena hal ini terkait pelayanan publik, sebab Garuda adalah BUMN.

Menurut Alvin, pihak manajemen saat itu belum bisa memastikan soal ada tidaknya menu makanan dengan tulis tangan dalam penerbangan itu. "Kronologinya masih simpang siur," ujar dia.

Alvin khawatir informasi yang belum jelas ini menjadi dasar Garuda dalam melaporkan dua konsumennya dan menjadi dasar pelarangan mengambil foto di kabin pesawat. Dari situ, Alvin menganggap Garuda sudah membuat keputusan tanpa verifikasi terlebih dahulu. "Informasi yang disampaikan kepada publik juga tidak terkelola dengan baik," kata dia.






Bukan Sekadar Lagu, 5 Fakta Menarik Bengawan Solo

2 hari lalu

Bukan Sekadar Lagu, 5 Fakta Menarik Bengawan Solo

Bengawan Solo, sungai terpanjang di Indonesia. Ini 5 fakta menarik tentang sungai ini, termasuk pesawat Garuda Pernah water landing dan pencemaran.


Kementan Tahan Produk Hortikultura, Kepala Barantan: Beri Efek Jera Pelaku Usaha

3 hari lalu

Kementan Tahan Produk Hortikultura, Kepala Barantan: Beri Efek Jera Pelaku Usaha

Kepala Barantan Bambang menjelaskan penahanan 1.619 ton produk hortikultura dilakukan untuk memberikan efek jera terhadap pelaku usaha.


Kementan Lepas 1.619 Ton Produk Hortikultura yang Sempat Ditahan di Tiga Pelabuhan

3 hari lalu

Kementan Lepas 1.619 Ton Produk Hortikultura yang Sempat Ditahan di Tiga Pelabuhan

Kementan menyatakan 1.619 ton produk hortikultura telah melalui serangkaian tindakan karantina, serta dipastikan sehat dan aman.


Wamen BUMN Jelaskan Cerita Garuda Indonesia Cetak Laba Rp 57 T

5 hari lalu

Wamen BUMN Jelaskan Cerita Garuda Indonesia Cetak Laba Rp 57 T

Wamen BUMN membahas keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) menjadi untung.


Hukum Pidana dalam Perkara PKPU dan Kepailitan

6 hari lalu

Hukum Pidana dalam Perkara PKPU dan Kepailitan

Dalam praktiknya, tidak jarang ditemukan seseorang atau badan hukum yang terkena kasus PKPU atau pailit dan bersamaan telah dalam proses penyidikan.


Garuda Indonesia Ajukan Prosedur Pailit Chapter 15: Bagaimana Soal Utang Piutang?

6 hari lalu

Garuda Indonesia Ajukan Prosedur Pailit Chapter 15: Bagaimana Soal Utang Piutang?

Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan pengajuan permohonan chapter 15 itu tindak lanjut atas penundaan kewajiban pembayaran utang


Garuda Indonesia Angkut 61 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Pakistan

7 hari lalu

Garuda Indonesia Angkut 61 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Pakistan

Penerbangan khusus Garuda Indonesia ini diberangkatkan bertahap dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Bandara Internasional Jinnah.


1.477 ton Impor Hortikultura Tertahan, Ombudsman Beri Kementan Waktu 5 Hari Lakukan Tindakan Korektif

7 hari lalu

1.477 ton Impor Hortikultura Tertahan, Ombudsman Beri Kementan Waktu 5 Hari Lakukan Tindakan Korektif

Ombudsman akan menerjunkan tim untuk sidak.


Garuda Ajukan Prosedur Pailit Chapter 15 ke Pengadilan Amerika

8 hari lalu

Garuda Ajukan Prosedur Pailit Chapter 15 ke Pengadilan Amerika

Chapter 15 merupakan mekanisme atas pengakuan (recognition) putusan homologasi dalam tahapan PKPU yang dilalui Garuda di negara lain.


DPR Setujui PMN untuk Garuda Rp 7,5 Triliun Setelah Ada Putusan Kasasi

8 hari lalu

DPR Setujui PMN untuk Garuda Rp 7,5 Triliun Setelah Ada Putusan Kasasi

DPR RI juga mendukung restrukturisasi dan privatisasi Garuda Indonesia pada 2022 dan menyetujui kepemilikan saham pemerintah menjadi 55 persen.