Bawa Sabu 1 Kg, Guru Honor di Aceh Terancam Dihukum Mati

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Sabu-sabu. Dok. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ilustrasi Sabu-sabu. Dok. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, PALEMBANG - Perjalan Zainudin, 36 tahun, warga Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, yang sedang menumpang bus dari Medan menuju Palembang, Sumatera Selatan, ditangkap polisi pada Selasa, 9 Juli 2019. Guru honor tersebut kedapatan membawa satu paket narkoba jenis sabu dengan berat sekitar 1 kilogram.

    Zainudin menjadi incaran polisi setelah dua rekannya, yakni Asrin (30) dan Sugianto (42), yang lebih dulu dicokok tim Ditresnarkoba Polda Sumatera Selatan tepat sehari sebelum Zainudin ditangkap. Dari tangan Asrin dan Sugianto polisi menyita 2 kilogram sabu.

    Dalam keterangan pers pada Selasa, 16 Juli 2019, Kepala Polda Sumatera Selatan Irjen Firli menerangkan, penangkapan ketiganya berawal dari informasi penyelidikan. Bus ALS yang ditumpangi Zainudin mendadak dihentikan oleh aparat saat melintas di perbatasan antara Kabupaten Lahat dan Muara Enim. Dari tas Zainudin disita barang bukti sabu.

    "Total ada tiga kilogram sabu yang kami amankan," ucap Firli.

    Juru bicara Polda Sumatera Selatan Komisaris Besar Supriadi mengungkapkan bahwa Zainudin mengatakan sabu yang dibawanya sudah ditunggu pemiliknya. Polisi lalu menciduk satu tersangka lain, yakni Jauhari di Kecamatan Buay Madang, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur.  Kini keempat tersangka beserta barang bukti sabu 3 kilogram telah ditahan di Polda Sumatera Selatan. Para tersangka dikenai Pasal 114 Ayat 2 dan Pasal 112 Ayat 2 dengan ancaman maksimal hukuman mati. 

    PARLIZA HENDRAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.