Politikus PPP Sebut Jokowi Rombak Kabinet Sebelum Pelantikan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Arsul Sani (kedua kanan) bersama kuasa hukum Yusril Ihza Mahendra (kedua kiri) menyapa media seusai berkonsultasi di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Senin 27 Mei 2019. TKN mendatangi MK untuk meminta penjelasan tentang menjadi pihak terkait dalam permohonan gugatan Prabowo-Sandi terhadap hasil Pilpres 2019. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Arsul Sani (kedua kanan) bersama kuasa hukum Yusril Ihza Mahendra (kedua kiri) menyapa media seusai berkonsultasi di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Senin 27 Mei 2019. TKN mendatangi MK untuk meminta penjelasan tentang menjadi pihak terkait dalam permohonan gugatan Prabowo-Sandi terhadap hasil Pilpres 2019. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Persatuan Pembangunan Arsul Sani menyebut Presiden Joko Widodo atau Jokowi tengah menimbang untuk melakukan perombakan kabinet. Menurut Arsul, rencana itu akan dibicarakan Jokowi bersama ketua umum partai koalisi dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung bulan ini.

    "Misalnya yang di-reshuffle itu termasuk menteri yang berasal dari parpol, tentu Pak Jokowi akan berkomunikasi dengan parpol asalnya," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 15 Juli 2019.

    Menurut Arsul, ada dua opsi yang dipertimbangkan Jokowi. Pertama ialah reshuffle sebelum pelantikan presiden-wakil presiden 20 Oktober 2019. Jokowi kemungkinan akan membentuk kabinetnya terlebih dulu agar bisa langsung bekerja setelah dirinya resmi menjadi presiden. "Jadi ada masa orientasi begitu (untuk menteri baru)," kata dia.

    Adapun opsi kedua, pembentukan kabinet dilakukan sesuai jadwal setelah pelantikan presiden-wakil presiden. Arsul mengatakan kedua opsi bakal dibahas Jokowi bersama para petinggi partai koalisi.

    Wacana perombakan kabinet sebelum pelantikan presiden-wakil presiden ini pernah mencuat pada Mei lalu. Sebelumnya, juru bicara Presiden, Johan Budi memberi sinyal Jokowi bakal merombak kabinet setelah Lebaran.

    Johan kala itu mengatakan Presiden Jokowi bisa mencopot menterinya kapan saja karena dua hal, yakni kerja yang tak optimal dan tersangkut kasus hukum. "Terkait kasus hukum artinya menteri itu menyandang status tersangka," kata Johan dikutip dari Majalah Tempo edisi 13 Mei 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.