PBB Siapkan Dua Nama Jika Jokowi Minta Calon Menteri

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo alias Jokowi, bersama kuasa hukumnya di pemilihan presiden, Yusril Ihza Mahendra, usai rapat persiapan debat di Djakarta Theater, Jakarta, 16 Januari 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo alias Jokowi, bersama kuasa hukumnya di pemilihan presiden, Yusril Ihza Mahendra, usai rapat persiapan debat di Djakarta Theater, Jakarta, 16 Januari 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Bulan Bintang (PBB) merespons pernyataan presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi yang menyatakan butuh menteri-menteri yang berani di periode kedua kepemimpinannya untuk mereformasi birokrasi seluruh lini pemerintahan.

    Baca: Pegiat HAM Anggap Pidato Jokowi Mengerikan

    Ketua Bidang Pemenangan PBB, Sukmo Harsono mengatakan, jika diminta Jokowi memberikan nama, partai sudah menyiapkan dua nama calon menteri yang dinilai sesuai kriteria tersebut. "Prof Yusril dan Sekjen Afriansyah Noor siap pasang badan all out membantu Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin," ujar Sukmo saat dihubungi Tempo pada Senin, 15 Juli 2019.

    Sebelumnya, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra mengaku tak terlalu berminat berebut jadi menteri. “Saya jadi advokat. Pekerjaan sebagai advokat itu pekerjaan yang sangat menyenangkan bagi saya,” kata Yusril pada Ahad, 30 Juni lalu.

    Namun, jika Jokowi memberi kepercayaan kepadanya, Yusril juga tidak akan menolak. Dia pun sudah punya bayangan posisi kursi menteri yang dianggapnya sesuai dengan keahliannya, yaitu yang membidangi masalah hukum dan hak asasi manusia (HAM).

    “Saya merasa masih ada masalah konstitusi, masalah hukum, masalah HAM, yang harus diselesaikan di negara ini. Karena ini akan berdampak luas pada bidang-bidang lain," ujar dia.

    Baca: Istana Bantah Jokowi Abaikan Isu HAM dan Korupsi

    Meski begitu, Yusril mengaku belum ada tawaran dari kubu Jokowi terkait kursi menteri. Ia menyebut akan terus jadi advokat jika memang tak ada tawaran. "Belum ada pembicaraan apa-apa, jadi saya tetap sebagai advokat," ujar Kuasa Hukum Jokowi-Ma'ruf ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.