GNPF Sebut Jokowi Bertemu Prabowo Hanya Momen Politik Biasa

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu, 13 Juni 2019. Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

    Ekspresi Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu, 13 Juni 2019. Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, JakartaGerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama atau GNPF mengatakan momen Presiden Joko Widodo atau Jokowi bertemu Prabowo Subianto hanya peristiwa politik biasa. Kelompok yang getol mendukung Prabowo saat Pemilihan Presiden 2019 ini menyatakan akan membahas sikap pada Ijtima Ulama ke-4. “Insya Allah benar, tapi tidak khusus untuk membahas itu saja, banyak hal lain yang harus dibahas,” kata Ketua Umum GNPF Ulama Yusuf Martak, dihubungi, Ahad, 24 Juli 2019.

    Baca: Jokowi Bertemu Prabowo: Lobi Sate Kambing, Pecel, dan MRT

    Yusuf bahkan mengklaim sudah bisa memprediksi pertemuan ini sejak lama. Dia mengatakan GNPF tak pernah membatasi atau ingin ikut campur dalam pertemuan itu.

    Dia mempersilahkan pihak Prabowo mengambil tindakan. “Kami santai saja, tidak ada tanggapan yang serius,” kata dia.

    Organisasi masyarakat sesama pendukung Prabowo, Persaudaraan Alumni 212 menolak pertemuan Prabowo-Jokowi. Juru bicara PA 212, Novel Bamukmin mengatakan Prabowo lebih mendengar orang di sekitarnya. “Mungkin Prabowo lebih mendengar masukan dari orang-orang sekitarnya yang pengkhianat,” kata Novel.

    Baca: Kata Amien Rais Saat Ditanya Momen Jokowi Bertemu Prabowo

    Sementara, juru bicara FPI Munarman, mengatakan tak berkompeten untuk menanggapi pertemuan Prabowo-Jokowi. “Umat tidak ada kaitannya dengan pertemuan itu,” kata dia. Namun, ia mengatakan masyarakat yang mendukung Prabowo dalam pilpres bakal tetap berjuang mengeakan keadilan dan menolak cara curang dan kotor dalam bernegara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diduga Ada Enam Perkara Di Balik Teror Terhadap Novel Baswedan

    Tim gabungan kepolisian menyebutkan enam perkara yang ditengarai menjadi motif teror terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.