Rumah Dinas Gubernur Kepri Sepi Pasca OTT KPK

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Dok.TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ilustrasi Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Dok.TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Tanjungpinang - Rumah dinas Gubernur Kepulauan Riau atau Gubernur Kepri Nurdin Basirun di Gedung Daerah Tepi Laut Kota Tanjungpinang, Rabu malam, 10 Juli 2019, terpantau sepi setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pejabat pemerintah provinsi Kepri.

    Baca juga: KPK Lakukan OTT di Kepulauan Riau

    Pantauan ANTARA, tak ada aktivitas apa pun di sekitar rumah tersebut. Halaman parkir kendaraan roda empat yang biasanya digunakan untuk memarkir kendaraan dinas gubernur juga tampak kosong.

    Hanya tampak seorang petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang sedang berjaga-jaga di pos penjagaan di pintu masuk. "Pak Gubernur tak ada di rumah, keluar sejak Magrib tadi," kata pria tersebut.

    Sementara, kondisi berbeda terjadi di Polres Tanjungpinang, Polda Kepri. Terlihat puluhan awak media bahkan masyarakat setempat sampai saat ini masih memadati halaman kantor polisi itu.

    Mereka menunggu hasil pemeriksaan KPK terkait OTT yang kabarnya melibatkan Gubernur Kepri serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Kepri.

    "Kami dengar gubernur dan beberapa pejabat diperiksa KPK di sini. Makanya datang ke sini untuk melihat betul atau tidak," imbuh Arya, salah seorang warga sekitar.

    Sebelumnya juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan lembaga anti-rasuah tersebut melakukan penangkapan kepala daerah setingkat provinsi terkait dugaan korupsi izin lokasi rencana reklamasi di kawasan Kepri.

    Baca berita soal Gubernur Kepri lainnya di Tempo.co

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.