Kata Partai NasDem Soal Kabar Gubernur Kepri Ditangkap KPK

Reporter

Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Johnny G Plate memberikan keterangan terkait penetapan tersangka kepada salah satu kadernya Mustafa oleh KPK. Jumat, 16 Februari 2018. TEMPO/Chitra Paramaesti.

TEMPO.CO, Jakarta - Terkait dugaan Gubernur Kepulauan Riau atau Gubernur Kepri Nurdin Basirun ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi, Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johnny G. Plate menegaskan bahwa partainya tidak mentolerir kader yang terjerat kasus korupsi. Nurdin diketahui merupakan kader Partai NasDem.

Baca juga: KPK Tangkap Tangan Gubernur Kepri Terkait Izin Reklamasi

"Kalau misalnya malam ini diumumkan tersangka, besok pagi juga langsung kami pecat dengan tidak terhormat," ujar Johnny saat dihubungi Tempo pada Kamis dini hari, 11 Juli 2019.

Sebelumnya, KPK diinformasikan menangkap tangan Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun. Penangkapan terkait dugaan korupsi izin lokasi rencana reklamasi di kawasan Kepulauan Riau. "Ada unsur kepala daerah setingkat provinsi yang ditangkap," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, di kantornya, Jakarta, Rabu, 10 Juli 2019.

Selain Nurdin, KPK dikabarkan menangkap 5 orang lainnya. Mereka terdiri dari unsur kepala dinas, kepala bidang, pegawai negeri dan swasta. "Total, ada enam orang yang diamankan tim," kata Febri. Febri menuturkan KPK juga menyita duit senilai Sin$6 ribu atau sekitar Rp 165.961.817.

Menurut Febri, mereka yang ditangkap saat ini sedang berada di kepolisian resor setempat untuk menjalani pemeriksaan. KPK memiliki waktu 24 jam untuk menentukan status hukum orang yang ditangkap.

Johnny mengatakan, sampai saat ini masih berusaha menghubungi Nurdin untuk mendapatkan konfirmasi secara langsung. "Tapi yang bersangkutan belum bisa dihubungi. Pokoknya, kalau diumumkan tersangka, langsung kami pecat. Tidak menunggu putusan hukum inkrah," ujar Johnny soal nasib Gubernur Kepri tersebut di Partai NasDem.
 






Menanti Poros Ketiga Pilpres 2024, Penantang Dominasi PDIP

1 hari lalu

Menanti Poros Ketiga Pilpres 2024, Penantang Dominasi PDIP

Poros Ketiga Pilpres 2024 diprediksi akan dibentuk oleh Partai NasDem, PKS dan Partai Demokrat. Ketiganya memiliki visi yang sama.


Soal Keputusan Koalisi, Demokrat Ingin Serap Aspirasi Kader dan Respons Publik

2 hari lalu

Soal Keputusan Koalisi, Demokrat Ingin Serap Aspirasi Kader dan Respons Publik

Demokrat sudah memiliki skema koalisi untuk Pemilu 2024. Ada agenda pertemuan terbuka lanjutan, namun jadwal masih dirahasiakan.


Pengamat Melihat NasDem, Demokrat, PKS Punya Keinginan Sama Lawan Dominasi PDIP di Pilpres

2 hari lalu

Pengamat Melihat NasDem, Demokrat, PKS Punya Keinginan Sama Lawan Dominasi PDIP di Pilpres

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai NasDem, PKS, dan Demokrat memiliki kesamaan kepentingan untuk berkoalisi.


NasDem Akan Umumkan Capres-Cawapres 2024 Pada Waktu yang Tepat

2 hari lalu

NasDem Akan Umumkan Capres-Cawapres 2024 Pada Waktu yang Tepat

NasDem menyatakan tak akan terburu-buru mengumumkan pasangan capres-cawapres yang akan mereka usung meskipun sudah mengantongi tiga nama.


Soal Koalisi dengan NasDem, PKS Ibaratkan PDKT tapi Belum Jadian

3 hari lalu

Soal Koalisi dengan NasDem, PKS Ibaratkan PDKT tapi Belum Jadian

Partai NasDem menjadi salah satu partai yang intensif menjalin komunikasi dengan PKS.


Pakar Sebut Partai NasDem Getol Bahas Pilpres 2024 Karena Terlanjur Umumkan Bakal Capres

4 hari lalu

Pakar Sebut Partai NasDem Getol Bahas Pilpres 2024 Karena Terlanjur Umumkan Bakal Capres

Partai NasDem harus berjuang agar calon yang telah mereka sebut sebagai calon presiden dilirik oleh partai lain dan masyarakat.


Surya Paloh Usul MPR undang Capres Persentasi Visi, Pengamat: Bukan Tupoksinya

4 hari lalu

Surya Paloh Usul MPR undang Capres Persentasi Visi, Pengamat: Bukan Tupoksinya

Pengamat menilai usulan Surya Paloh agar MPR mengundang calon presiden untuk menyampaikan visi-misinya salah tempat.


Surya Paloh Bilang Polarisasi di Pemilu Tidak Boleh Terulang

8 hari lalu

Surya Paloh Bilang Polarisasi di Pemilu Tidak Boleh Terulang

Surya Paloh mengatakan lebih baik tidak ada penyelenggaraan pemilihan umum atau Pemilu apabila justru mengakibatkan perpecahan


Elektabilitas Anies Baswedan Meningkat, NasDem: Kami Cari Primus Inter Pares

9 hari lalu

Elektabilitas Anies Baswedan Meningkat, NasDem: Kami Cari Primus Inter Pares

Meski elektabilitas Anies Baswedan moncer, Johnny menepis anggapan yang menyebut NasDem hanya mengusung calon dengan elektabilitas tinggi.


Pakar Sarankan Anies Baswedan Merapat ke Partai Nasionalis untuk Hindari Kampanye Hitam

9 hari lalu

Pakar Sarankan Anies Baswedan Merapat ke Partai Nasionalis untuk Hindari Kampanye Hitam

Anies Baswedan disarankan merapat ke partai nasionalis seperti NasDem dan Demokrat agar terhindar dari framing hitam didukung eks HTI dan FPI.