Pengamat Tak Yakin Rizieq Shihab Punya Kekuatan Kendalikan Umat

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga melintas di depan sebuah sepanduk dukungan untuk pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Syihab yang dipasang di jalan Rasamala, Menteng Dalam, Jakarta Selatan, 13 Juni 2017.  National Central Bureau Interpol Indonesia mengembalikan berkas permohonan penerbitan red notice atau permintaan kepada Interpol di seluruh dunia untuk menangkap tersangka kasus dugaan percakapan berisi pornografi, Rizieq Syihab ke Polda Metro Jaya, karena ada sejumlah syarat yang belum lengkap. TEMPO/Imam Sukamto

    Seorang warga melintas di depan sebuah sepanduk dukungan untuk pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Syihab yang dipasang di jalan Rasamala, Menteng Dalam, Jakarta Selatan, 13 Juni 2017. National Central Bureau Interpol Indonesia mengembalikan berkas permohonan penerbitan red notice atau permintaan kepada Interpol di seluruh dunia untuk menangkap tersangka kasus dugaan percakapan berisi pornografi, Rizieq Syihab ke Polda Metro Jaya, karena ada sejumlah syarat yang belum lengkap. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Dr. Marianus Kleden tidak yakin Rizieq Shihab memiliki kekuatan yang besar untuk mengendalikan umat Muslim di Indonesia.

    Baca juga: PSI Sindir Dahnil soal Rizieq Shihab Jadi Syarat Rekonsiliasi

    "Saya tidak yakin Rizieq punya power besar untuk mengendalikan umat Islam Indonesia, karena mayoritas Islam dipegang oleh NU dan Muhammadiyah," kata Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unwira ini kepada Antara di Kupang, Selasa, 9 Juli 2019.

    Dia mengemukakan hal itu, terkait usulan agar kepulangan Rizieq Shihab ke Tanah Air menjadi salah satu syarat rekonsiliasi kubu Jokowi dan Prabowo.

    Marianus mengatakan mayoritas muslim Indonesia merupakan anggota Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Kedua organisasi itu diketahui memiliki hubungan yang baik-baik saja dengan Presiden Jokowi. "Jadi apa pentingnya Rizieq? Saya kira cuekin dia saja," kata Marianus Kleden.

    Dia mengatakan, hal yang paling penting adalah Jokowi - Ma'ruf perlu memberikan perhatian pada elite pendukung Prabowo-Sandiaga Uno.

    Perhatian ini penting, kata dia, agar tidak ada kelompok yang dibiarkan tercecer di belakang. "Tetapi sama-sama dalam satu kebersamaan membangun bangsa dan memperkokoh persatuan," ujar Marianus.

    Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, MSi secara terpisah menilai, selama ini kubu Prabowo tersandera oleh kepentingan Rizieq Shihab.

    Baca juga: Rizieq Shihab Syarat Rekonsiliasi, Moeldoko: Jangan Pragmatis

    "Syarat ini menurut saya, kubu paslon 02 sangat lebay menggadaikan kepentingan bangsa pada kepentingan individu seorang habib," kata Ahmad Atang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.