DPP Golkar Bantah Copot Ketua DPD Cirebon karena Dukung Bamsoet

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ace Hasan Syadzily. Instagram/@ace.hasan.syadzily

    Ace Hasan Syadzily. Instagram/@ace.hasan.syadzily

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPP Partai Golkar Bidang Media dan Penggalangan Opini, Ace Hasan Syadzily membenarkan bahwa Ketua DPD Golkar Kota Cirebon Toto Sunanto telah dicopot dari jabatannya. Namun, dia membantah pencopotan tersebut karena sikap Toto yang mendukung Bambang Soesatyo menjadi ketua umum Golkar di Munas mendatang.

    Baca juga: Ketua DPD Golkar Cirebon Mengaku Dicopot Lantaran Dukung Bamsoet

     

    "Informasi dari Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, soal pemberhentian Sdr Toto Sunanto ini bukan karena soal dukung mendukung salah satu kandidat Caketum," ujar Ace lewat keterangannya pada Sabtu, 6 Juli 2019.

    Ace menyebut, pemberhentian atas Toto dilakukan karena yang bersangkutan diusulkan untuk dinon-aktifkan sebagai Ketua DPD PG Kota Cirebon oleh seluruh Pimpinan Pengurus Kecamatan, 5 PK se-Kota Cirebon. Usulan ini, ujar Ace, sesungguhnya telah disampaikan sejak 18 Juni 2019 yang lalu.

    "Kami tidak perlu menyampaikan alasan penon-aktifan itu ke publik karena menyangkut urusan internal kami yang tak etis disampaikan ke publik," ujar Ace. Partai Golkar merupakan partai yang memiliki sistem organisasi jelas. Untuk itu, ujar Ace, tidak mungkin mengambil kebijakan tanpa landasan dan pijakan organisasi.

    Kepada Tempo, Toto Sunanto mengaku dicopot dari jabatannya lantaran menyatakan dukungan kepada Bambang Soesatyo untuk maju sebagai calon ketua umum Partai Golkar. Toto mengatakan pencopotan itu terjadi sepekan setelah dia menyampaikan dukungan kepada Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar itu.

    "Satu minggu setelah buat statement dukungan langsung di-Plt (pelaksana tugas), alasannya periodisasi. (Padahal) SK saya sampai 2020," kata Toto melalui pesan singkat kepada Tempo, Sabtu, 6 Juli 2019. Toto meyakini dirinya dicopot lantaran mendukung Bamsoet. Dia juga menilai pencopotan-pencopotan semacam ini memicu kegaduhan di internal partai.

    Sebelumnya, Bamsoet juga menyebut bahwa para pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) pendukungnya kerap mendapat ancaman akan dicopot dari jabatan, jika mendukung Bamsoet dalam Munas Golkar mendatang. "Momok yang mereka rasakan adalah ancaman akan di-plt, yang menyangkut juga nanti posisi dan kedudukan mereka untuk mengisi pos-pos pimpinan DPRD maupun pimpinan kepala daerah di tiap daerah," ujar Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan pada Jumat, 5 Juli 2019.

    DEWI NURITA | BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.