KPK Periksa Lagi Dirut PT Pupuk untuk Saksi Tersangka Bowo Sidik

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus suap terkait kerja sama pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik dan PT Humpuss Transportasi Kimia, Bowo Sidik Pangarso seusai mencoblos di Rumah Tahanan K4 KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 17 April 2019. TEMPO/M Rosseno Aji

    Tersangka kasus suap terkait kerja sama pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik dan PT Humpuss Transportasi Kimia, Bowo Sidik Pangarso seusai mencoblos di Rumah Tahanan K4 KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 17 April 2019. TEMPO/M Rosseno Aji

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi akan memeriksa Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Logistik Ahmadi Hasan dalam kasus Bowo Sidik Pangarso. "Yang bersangkutan diperiksa untuk tersangka IND," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Jumat,5 Juli 2019. IND adalah Indung, tersangka Indung, perantara Bowo. Ini merupakan pemeriksaan kedua Ahmadi, sebelumnya KPK telah memeriksanya pada 15 Mei 2019.

    Selain itu KPK juga akan memeriksa seorang pihak swasta, yakni Muhajidin Nur Hasim. Dia juga akan diperiksa untuk Indung.

    Baca juga: Ke Luar Negeri, Mendag Enggartiasto Lukita Absen Diperiksa KPK

    KPK menyangka Bowo Sidik menerima Rp 2,5 miliar dari bagian marketing PT Humpuss Transportasi Kimia Asty Winasty. Suap diberikan agar Bowo membantu PT Humpuss kembali memperoleh kontrak kerja sama pengangkutan pupuk milik PT Pupuk Indonesia.

    Dalam dakwaan Asty, KPK menyatakan Ahmadi Hasan menerima uang US$28.500 untuk kerja sama itu. KPK mengatakan Asty menyerahkan uang kepada Ahmadi sebesar US$14.700 di Restoran Papilon, Pacific Place, pada 27 September 2018.

    Baca juga: Hari Ini KPK Jadwalkan Pemeriksaan Mendag Enggartiasto Lukita

    Asty kembali menyerahkan uang sebesar US$13.800 kepada Ahmadi di Kantor PT Pilog pada 14 Desember 2018.

    Menurut jaksa, uang itu merupakan imbalan atas kerja sama penyewaan kapal milik PT Pupuk Indonesia kepada PT Humpuss, milik Tomy Soeharto. Atas penyewaan kapal bernama MT Pupuk Indonesia itu, Ahmadi memperoleh imbalan sebanyak US$300 per harinya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.