Ketua PBNU Minta Umat Islam Terima Keputusan MK Menangkan Jokowi

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj memberikan minuman kepada calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin dalam acara silaturahmi di gedung PBNU, Jakarta, Senin, 22 April 2019. Silaturahmi tersebut diisi dengan penyampaian gagasan kebangsaan PBNU. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj, mengajak seluruh umat Islam Indonesia untuk menerima hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengukuhkan kemenangan Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin. Menurut dia, sikap legowo dalam menyikapi keputusan tersebut akan berdampak positif bagi citra Islam Indonesia di mata dunia.

Baca: Jokowi Menang, Rupiah JISDOR Kini Rp 14.141 per Dolar AS

"Mari tunjukkan kepada dunia Internasional bahwa umat Islam Indonesia sudah dewasa, sudah mengerti tentang demokrasi, berhasil menjalankan demokrasi dengan baik, jujur, legowo, dan bermartabat," kata Said dalam keterangan resminya, Jumat, 28 Juni 2019.

Menurut Said Aqil, keputusan MK yang menolak gugatan pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno menegaskan jika duet Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin merupakan pemenang pemilihan presiden. Ia pun meminta agar Jokowi dan Ma'ruf bisa menjadi pemimpin yang mau melayani seluruh masyarakat Indonesia, bukan hanya kelompok tertentu saja.

Selain itu, Said Aqil juga mengucapkan selamat atas kemenangan Jokowi-Ma'ruf ini. Ia berdoa agar Allah SWT memberikan kekuatan lahir dan batin bagi keduanya sehingga bisa membangun Indonesia menjadi lebih baik.

Komisi Pemilihan Umum telah menetapkan pasangan 01 Jokowi - Ma'ruf sebagai pemenang pilpres setelah meraih 85.607.362 suara atau 55,50 persen. Sedangkan pasangan 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno hanya meraup 68.650.239 suara atau 44,50 persen.

Namun hasil tersebut digugat oleh kubu Prabowo ke MK dengan dalih ada dugaan kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif. Ada beberapa dalil kecurangan TSM yang diajukan oleh kubu Prabowo. Pertama, tim kuasa hukum pemohon menuding ada penyalahgunaan anggaran oleh kubu Jokowi. Misalnya, mereka menuding kubu Jokowi sengaja menaikkan gaji dan rapel PNS.

Selain itu, BPN Prabowo pun menuding Jokowi menyalahgunakan birokrasi dengan mengerahkan pegawai BUMN. Poin ketiga, kubu Prabowo pun menuding ada pembatasan kebebasan pers, kemudian pengerahan aparat negara, dan diskriminasi perlakuan terhadap pendukung mereka.

Baca: Upaya Rekonsiliasi, Tiga Jenderal Jokowi Diutus Dekati Prabowo

Pada akhirnya Majelis Hakim MK secara bulat menolak seluruh tuntutan kubu Prabowo-Sandiaga itu dalam sidang putusan yang berlangsung Kamis, 27 Juni 2019.






Raih Penghargaan International Rice Research, Jokowi Klaim Produksi Beras Tahun Ini 10,2 Juta Ton

5 jam lalu

Raih Penghargaan International Rice Research, Jokowi Klaim Produksi Beras Tahun Ini 10,2 Juta Ton

Jokowi menjelaskan, terjaganya stok beras di Tanah Air merupakan hasil dari pembangunan infrastruktur penyokong pertanian sejak tahun 2015.


Pengamat Sebut Gerindra-PKB Berpeluang Pecah Kongsi, Ini Sebabnya

5 jam lalu

Pengamat Sebut Gerindra-PKB Berpeluang Pecah Kongsi, Ini Sebabnya

Umam mengatakan belum adanya deklarasi Capres-Cawapres dalam koalisi itu bisa dimaknai Gerindra - PKB masih membuka peluang masuknya parpol lain


7 Mobil Kepresidenan Dipamerkan di Sarinah, Ada Buick Hingga S600

6 jam lalu

7 Mobil Kepresidenan Dipamerkan di Sarinah, Ada Buick Hingga S600

Mobil kepresidenan dari masa ke masa telah dipamerkan di Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, dalam rangka menyambut HU RI ke-77.


Penasaran Tak Pernah Menang Diduga Jadi Alasan Prabowo Nyapres Ketiga Kalinya

7 jam lalu

Penasaran Tak Pernah Menang Diduga Jadi Alasan Prabowo Nyapres Ketiga Kalinya

Prabowo menyampaikan dirinya sudah masak-masak memikirkan tawaran dari kader Gerindra guna menjadi calon di Pilpres 2024.


Kata Gerindra soal Kemungkinan Prabowo Duet dengan Cak Imin hingga Puan Maharani

8 jam lalu

Kata Gerindra soal Kemungkinan Prabowo Duet dengan Cak Imin hingga Puan Maharani

Dengan dibukanya kemungkinan tersebut, Gerindra disebut masih bisa berkoalisi dengan PDIP, termasuk Prabowo Subianto berduet dengan Puan Maharani.


Gerindra Godok Strategi Baru agar Prabowo Tak Kalah Pilpres Ketiga Kalinya

8 jam lalu

Gerindra Godok Strategi Baru agar Prabowo Tak Kalah Pilpres Ketiga Kalinya

Irfan menyebut partainya akan sangat mempertimbangkan kekuatan pasangan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024.


Gerindra Tak Kunci Posisi Capres dalam Koalisi dengan PKB

9 jam lalu

Gerindra Tak Kunci Posisi Capres dalam Koalisi dengan PKB

Cak Imin menyebutkan bahwa koalisi antara PKB dan Partai Gerindra di Pilpres 2024 akan mencetak sejarah baru.


Terpopuler Sepekan: Tarif Baru Pulau Komodo Ditunda, Sri Mulyani Minta BBM Dikendalikan

12 jam lalu

Terpopuler Sepekan: Tarif Baru Pulau Komodo Ditunda, Sri Mulyani Minta BBM Dikendalikan

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepekan antara lain tentang penundaan penerapan harga baru tiket masuk Pulau Komodo dan Pulau Padar, NTT.


Gerindra Bali Bakal Habis-habisan Menangkan Prabowo di Pilpres 2024

1 hari lalu

Gerindra Bali Bakal Habis-habisan Menangkan Prabowo di Pilpres 2024

DPD Partai Gerindra Bali menyatakan siap puputan atau berjuang total untuk memenangkan Prabowo Subianto sebagai Presiden 2024.


Timnas U-16 Indonesia Juara Piala AFF, Presiden Jokowi: Kado HUT Kemerdekaan

1 hari lalu

Timnas U-16 Indonesia Juara Piala AFF, Presiden Jokowi: Kado HUT Kemerdekaan

Presiden Jokowi menyampaikan ucapan selamat kepada Timnas U-16 Indonesia yang berhasil menjuarai Piala AFF U-16 2022.