Eks Komandan Tim Mawar Tunda Laporkan Majalah Tempo ke Polisi

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Komandan Tim Mawar Mayjen Purn. Chairawan didampingi pengacara saat tiba di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Selasa 11 Juni 2019. TEMPO/Subekti.

    Mantan Komandan Tim Mawar Mayjen Purn. Chairawan didampingi pengacara saat tiba di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Selasa 11 Juni 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Eks Komandan Tim Mawar Mayor Jenderal TNI (Purn) Chairawan menunda melaporkan majalah Tempo ke polisi. Hari ini ia hanya berkonsultasi dengan kepolisian, selain itu barang bukti yang disertakan dirasa masih kurang.

    Baca juga: Dewan Pers Terima Aduan Eks Komandan Tim Mawar atas Majalah Tempo

    Kuasa Hukum Chairawan, Heridansyah, menuturkan pelaporan secara resmi akan dilakukan besok, Rabu, 12/6, pukul 10.00 WIB.  “Besok kita akan lapor secara resmi dan menyerahkan bukti-bukti secara lengkap,” ujar dia di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Selasa, 11 Juni 2019.

    Majalah Tempo edisi 10 Juni menurunkan laporan utama (cover story) berjudul: Tim Mawar dan Rusuh Sarinah, yang merupakan hasil penelusuran untuk mengungkap pelaku dibalik peristiwa 21-22 Mei di Jakarta. Mantan anggota Tim Mawar, Fauka Noor Farid ditengarai berada di belakang aksi demonstrasi di sekitar Badan Pengawas Pemilu pada 21-22 Mei 2019 yang berujung rusuh tersebut. 

    Laporan di majalah Tempo ini dilengkapi wawancara dengan Fauka Noor Farid yang menjawab tudingan terhadap perannya dibalik peristiwa itu. Menurut Herdiansyah laporan di majalah Tempo itu tanpa klarifikasi. 

    Sebelum ke Bareskrim Chairawan sudah melaporkan Majalah Tempo ke Dewan Pers. "Dengan berita itu saya merasa dirugikan," kata Chairawan saat di Gedung Dewan Pers.

    Chairawan membantah dirinya terlibat dalam aksi kerusuhan 21-22 Mei. Menurut dia harus ada pemeriksaan terhadap orang-orang yang sudah dinyatakan terlibat terlebih dahulu.

    Herdiansyah menilai pemberitaan di Majalah Tempo tendensius karena langsung menuduh tanpa klarifikasi.  "Menurut beliau (Chairawan), pemberitaan langsung menghakimi," ujar dia.

    Baca juga: Polisi akan Tindaklanjuti Laporan Tempo Soal Tim Mawar

    Pemimpin redaksi Majalah Tempo, Arif Zulkifli, menghargai setiap proses dan langkah hukum dan narasumber atau publik yang mempersoalkan pemberitaan medianya. Ia pun mengaku siap mengikuti seluruh rangkaian proses di Dewan Pers. "Sesuai undang-undang, Dewan Pers yang berwenang memediasi. Kami akan mengikuti proses di Dewan Pers," kata Arif .


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.