PAN Klaim Koalisi Prabowo-Sandiaga Berakhir

Reporter:
Editor:

Fransisco Rosarians Enga Geken

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prabowo Subianto bersama sekjen partai koalisi pendukung Prabowo-Sandi di Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Jumat, 19 April 2019. Dok Istimewa

    Prabowo Subianto bersama sekjen partai koalisi pendukung Prabowo-Sandi di Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Jumat, 19 April 2019. Dok Istimewa

    Jakarta- Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Bara Hasibuan mengatakan, Koalisi Adil Makmur atau Koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya berlaku hingga hari Pemilihan Umum Presiden atau Pilpres 2019. Dia mengklaim, secara de facto, partainya sudah tak lagi bergabung dalam koalisi yang berisi Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Demokrat.
     
    "Walau masih ada proses di Mahkamah Konstitusi. Tapi secara de facto sudah selesai," ucap Bara di Jalan Widya Chandra IV, Jakarta, Rabu, 5 Juni 2019.
     
     
    Menurut Bara, partainya memang secara de jure masih menunggu proses dan putusan di Mahkamah Konstitusi. Usai seluruh proses hukum tersebut, Dewan Pimpinan Pusat PAN akan menentukan pilihan politik partai berlambang matahari tersebut selama lima tahun ke depan.
     
    "Kami akan memutuskan langkah selanjutnya," kata dia.
     
     
    Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan juga menyebutkan, partainya bukanlah sekutu abadi bagi Partai Gerindra, PKS dan PAN. Dia menilai, partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono ini hanya terikat pada saat Pilpres 2019.
     
    "Capres (calon presiden) itu habis batas waktunya 22 Mei. Ya udah, jangan kau paksa terus main bola capek juga. Sudah berakhir selesai," ujar dia.
     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.