Kivlan Zen Jalani Pemeriksaan sebagai Tersangka Makar Siang Ini

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, 13 Mei 2019. Kivlan Zen diperiksa sebagai saksi atas dugaan penyebaraan berita bohong dan dugaan makar. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, 13 Mei 2019. Kivlan Zen diperiksa sebagai saksi atas dugaan penyebaraan berita bohong dan dugaan makar. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan perdana terhadap mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen sebagai tersangka kasus berita bohong dan makar pada Rabu, 29 Mei 2019. Pengacara Kivlan, Juju Purwantoro menyampaikan bahwa kleinnya bakal menghadiri pemeriksaan pada pukul 10.00. "Siap hadir," ujar Djuju saat dihubungi, Rabu, 29 Mei 2019.

    Baca juga: Polisi Tetapkan Kivlan Zen Tersangka Dugaan Makar

    Kivlan dilaporkan oleh seseorang bernama Jalaludin asal Serang, Banten dengan nomor laporan LP/B/0442/V/2019/Bareskrim. Perkara yang dilaporkan adalah tindak pidana penyebaran berita bohong (hoaks) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 dan/atau Pasal 15 terhadap keamanan negara/makar UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 juncto Pasal 87 dan/atau Pasal 163 bis juncto Pasal 107.

    Surat pemanggilan Kivlan sebagai tersangka dikeluarkan pada 17 Mei 2019. Surat bernomor S.Plg/1013.a-Subdit-I/V2019Dit.Tipidum menyebutkan Kivlan harus menemui penyidik Ajun Komisari Besar Ronald A. Purba dan tim di Kantor Bareskrim Polri.

    Pekan lalu, Kivlan Zen sempat meminta penundaan pemeriksaan kasus kabar bohong dan makar. "Sebenarnya rencananya hari ini (lanjutan pemeriksaan)," ujar Kivlan saat dihubungi, Selasa, 21 Mei 2019.

    Baca juga: Hendropriyono Sindir Kivlan dan Sjafrie Barisan Sakit Hati

    Permintaan penundaan pemeriksaan, kata Kivlan sudah disampaikan melalui pengacara kepada penyidik Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri. Menurut dia, kondisinya yang lagi tidak enak badan dan masih berada di luar kota menjadi alasan tidak siap menjalani pemeriksaan. "Iya minta penundaan, tanggal 29 (Mei) saya minta," ujarnya.
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.