Istrinya Dirisak, SBY: Saya Sedih dan Ibu Ani Meneteskan Air Mata

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ani Yudhoyono jatuh sakit sepulang menemani  Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY keliling Indonesia untuk berkampanye. Instagram/@aniyudhoyono

    Ani Yudhoyono jatuh sakit sepulang menemani Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY keliling Indonesia untuk berkampanye. Instagram/@aniyudhoyono

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, curhat atas tudingan menjadikan penyakit istrinya, Kristiani Herawati alias Ani Yudhoyono, sebagai alasan tidak ikut mengkampanyekan pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut SBY, ia dan Ani sedih mendengar kabar itu.

    Baca juga: SBY Mengaku Bersyukur dan Lega KPU Bekerja Tepat Waktu

    "Saya sungguh bersedih dan ibu Ani harus meneteskan air matanya mendengarkan tuduhan itu," kata SBY dalam rekaman pidatonya di Singapura yang diputar saat acara buka puasa bersama pengurus DPP Demokrat di kediamannya, Jalan Mega Kuningan Timur, Jakarta, Senin, 27 Mei 2019.

    SBY bercerita jika 2019 merupakan tahun ujian bagi keluarga besarnya. Alasannya empat bulan terakhir ini Ani dirawat di National University Hospital, Singapura, karena menderita kanker darah.

    Sebagai suami, kata SBY, ia wajib menemani istrinya di Singapura. Imbasnya ia dan Ani tidak bisa mengikuti kegiatan kampanye. "Tentu kami berdua sangat sedih namun inilah takdir dan juga ujian dari Allah yang harus kami jalani dengan tabah," ucapnya.

    SBY pun mendoakan pihak-pihak yang memfitnahnya menjadikan sakit Ani sebagai alasan. Ia berharap Tuhan tetap memberikan mereka kesehatan.

    "Saya doakan agar yang bersangkutan dan keluarga yang disayanginya tidak mengalami penyakit kanker darah seperti yang diderita ibu Ani, agar tak perlu merasakan penderitaan dan perjuangan hidup yang dijalani ibu Ani setiap hari siang dan malam," kata SBY.

    Baca juga: SBY Ucapkan Selamat kepada Jokowi - Ma'ruf dan Dukung Penuh

    Sebelumnya, Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, menyatakan berhenti mendukung pasangan Prabowo - Sandiaga. Lewat akun Twitternya, ia menjelaskan mundur karena kecewa Ani Yudhoyono dirisak.

    "Pagi ini, saya menemukan bully-an (perisakan) yang sangat tidak berperi kemanusiaan dari buzzer setan gundul yang mengolok Ibunda Ani yang sedang sakit. Sikap itu sangat brutal. Atas perilaku brutal buzzer setan gundul itu, saya FERDINAND HUTAHAEAN, saat ini menyatakan BERHENTI MENDUKUNG PRABOWO SANDI," cuit Ferdinand pada 19 Mei 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.