Wiranto: Cegah Hoaks, Pemerintah Batasi Fitur di Media Sosial

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto saat menghadiri acara Rakortas Penanganan konflik sosial di Hotel Paragon, Jakarta pada Kamis, 16 Mei 2019. Dewi Nurita/TEMPO

    Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto saat menghadiri acara Rakortas Penanganan konflik sosial di Hotel Paragon, Jakarta pada Kamis, 16 Mei 2019. Dewi Nurita/TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan Pemerintah akan membatasi sementara beberapa fitur di media sosial. 

    Baca: Wiranto akan Lanjutkan Tangkap Tokoh yang Dituduh Melanggar Hukum

    "Akses di media sosial akan dimatikan untuk menjaga hal-hal negatif tersebar di masyarakat seperti berita bohong dan provokasi" kat Wiranto dalam jumpa pers di Kantor Menkopolhukam pada Rabu, 22 Mei 2019. Wiranto mengatakan pemerintah ingin menjaga masyarakat agar tidak terpengaruh informasi yang berbau hoaks dan simpang siur.

    Ia menuturkan Menkopolhukam akan rutin memberikan informasi terkini tentang kondisi di Jakarta. "Setiap dua jam sekali akan kami sampaikan perkembangan," kata Wiranto.

    Baca: Begini Cara Hoaks Disebar Secara Sistematis

    Saat ini, kerusuhan pecah di sejumlah titik di Jakarta. Kerusuhan ini berawal ketika sejumlah orang tak dikenal mencoba merangsek barikade di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada Selasa, 22 Mei 2019 dini hari. Selain itu massa yang datang ini melempari polisi dengan batu besar dan bom molotov.

    Anggota Brimob kemudian memukul kelompok massa ini mundur. Kericuhan tak bisa dihindari. Perusuh ini melempari batu. Polisi membalas dengan tembakan gas air mata. Namun, kondisi menjadi semakin tak kondusif. Di Petamburan, sejumlah massa membakar belasan mobil di Asrama Brimob.

    Baca: Wiranto Perintahkan Pangdam dan Kapolda Cegah Massa ke Jakarta

    Belakangan, polisi menyebut menangkap 60-an orang yang diduga sebagai provokator kerusuhan. Kebanyakan dari mereka datang dari luar Jakarta sepeti Jawa Barat dan Jawa Timur.

    Tonton juga: Cegah Hoax, Wiranto: Pemerintah Batasi Fitur Media Sosial


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.