Cerita Titiek Soeharto Kaget Buka Puasa Bareng Massa Demo 22 Mei

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati atau Titiek Soeharto berbicara kepada wartawan sebelum nobar film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI di Pusat Perfilman Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan, Ahad, 30 September 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati atau Titiek Soeharto berbicara kepada wartawan sebelum nobar film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI di Pusat Perfilman Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan, Ahad, 30 September 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta -Politikus Partai Berkarya, Titiek Soeharto ikut berpartisipasi dalam unjuk rasa yang digelar oleh Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat di Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, hari ini Selasa 21 Mei 2019, menjelang Demo 22 Mei 2019 besok.

    Putri mantan Presiden Soeharto ini tiba sekitar pukul 17.30 menjelang waktu berbuka puasa.

    Baca juga : Massa Pendukung Prabowo di Bawaslu: Hari Ini Cukup, Besok Lagi

    "Saya hari ini, sore ini menyempatkan datang ke sini untuk ketemu teman-teman yang sudah datang jauh dan ikut aksi damai di sini," ujar Titiek di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 21 Mei 2019.

    Dia pun menyempatkan berbuka puasa bersama pengunjuk rasa. Menurut Titiek, kedatangan untuk memberikan semangat kepada seribuan peserta aksi yang telah mendukung pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto- Sandiaga Uno. "Terimakasih sudah sampai di sini sudah ikut aksi damai.

    Seorang peserta aksi dari Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat memberi setangkai bunga kepada polisi saat berunjuk rasa di depan kantor Bawaslu, Jakarta, Selasa, 21 Mei 2019. Meski sempat bersitegang dengan polisi, namun aksi massa Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat tetap tertib. ANTARA

    "Saya kaget sampai sini. Ini aksi damai banyak ibu-ibu, tapi kok kita kaya dijagain mau perang sama aparat di sini," ungkapnya.
     
    Titiek menganggap pengamanan yang dilakukan polisi sudah berlebihan dengan membawa senjata.

    Baca juga :

    Massa Pendukung Prabowo di Bawaslu Mulai Membubarkan Diri

    Dia menyampaikan bahwa massa yang datang bukan untuk menggeruduk Kantor Bawaslu. 

    "Kita nggak mau bikim onar, mau aksi damai kok dilarang dan dilakukan ini," tutur dia.
     
    Sebelumnya, Juru bicara Persaudaraan Alumni 212, Novel Bakmumin menyampaikan tujuan Ifthor Akbar 212 digelar untuk menuntut KPU agar menghentikan pengumuman hasil Pemilu.

    “Karena sudah dipastikan akan mengumumkan untuk kemenangan 01 (Jokowi - Ma’ruf Amin). Karena diduga kuat telah melakukan kecurangan yang tersistem,” ujar Novel, Kamis, 16 Mei 2019 soal rencana Demo 22 Mei.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.