Pensiunan TNI-Polri Pro Prabowo Deklarasi Tolak Hasil Pemilu 2019

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Purnawirawan TNI dan Polri yang tergabung dalam Front Kedaulatan Bangsa, mengadakan konferensi pers terkait pernyataan sikap mereka terhadap hasil Pemilu 2019 pada Senin 20 Mei 2019. TEMPO/Fikri Arigi.

    Purnawirawan TNI dan Polri yang tergabung dalam Front Kedaulatan Bangsa, mengadakan konferensi pers terkait pernyataan sikap mereka terhadap hasil Pemilu 2019 pada Senin 20 Mei 2019. TEMPO/Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa Purnawirawan TNI dan Polri yang dekat dengan kubu Prabowo Subianto dan tergabung dalam Front Kedaulatan Bangsa (FKB) menyatakan menolak hasil Pemilu 2019. Sikap ini mereka nyatakan dalam acara konferensi pers di Hotel Grand Mahakam, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin 20 Mei 2019.

    Baca: 106 Purnawirawan TNI - Polisi Pro Prabowo Sampaikan Sikap Pemilu

    “Betul,” kata Ketua FKB Jenderal TNI (Purn) Tyasno Sudarto saat ditanyai sikap mereka menentang hasil Pemilu 2019. Tyasno memang merupakan salah satu pensiunan TNI yang mendukung Prabowo.

    Beberapa nama Purnawirawan TNI yang bergabung dalam Forum Suara Kedaulatan dan akan menyatakan adalah Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso yang merupakan ketua BPN Prabowo - Sandiaga, Jenderal TNI (Purn) Tyasno Sudarto, Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edi P, Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat, dan Letjen TNI (Purn) Sjafrie Syamsuddin.

    Mereka mengatakan saat ini kondisi politik tidak stabil dan kehidupan demokrasi dirampas. Mereka pun menuding telah terjadi kecurangan dalam Pemilu 2019 yang terstruktur, sistematis, dan masif.

    Mereka mengimbau bagi para TNI-Polri untuk selalu bersikap netral. Dan memperjuangkan hak dan kedaulatan rakyat. Mereka pun mengingatkan pesan Moral 8 Wajib TNI dan Polri untuk tidak sekali-kali merugikan rakyat dan tidak sekali-kali menakuti, serta menyakiti hati rakyat.

    “Kami sebagai generasi pendahulu, berpesan kepada prajurit TNI- Polri saat ini, bahwa kita adalah anak kandung rakyat Indonesia yang selalu dituntut membela rakyat untuk memperjuangkan hak kedaulatannya,” kata Tyasno.

    Simak: Ferdinand Hutahaean Cabut Dukungan, Sandiaga: Terima Kasih

    Forum Suara Kedaulatan sendiri adalah wadah komunikasi dan konsultasi, yang mereka bentuk atas dasar kepedulian terhadap Indonesia. Konferensi pers ini diklaim dihadiri oleh 106 Purnawirawan TNI-Polri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.