Cak Imin Berdoa PKB Dapat 10 Kursi Menteri di Kabinet Jokowi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR RI  Abdul Muhaimin Iskandar

    Wakil Ketua MPR RI Abdul Muhaimin Iskandar

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin berharap partainya mendapatkan jatah 10 menteri di dalam kabinet Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

    Baca: Wasekjen PKB Anggap Dua Nama Ini Layak Jadi Wakil Ketua DPR

    "Semoga dari PKB yang masuk DPR ada 60 orang dan semoga 10 menteri dari PKB," kata Muhaimin dalam acara "Dialog Kebangsaan" di rumah dinas Wakil Ketua MPR RI, di Jalan Widya Chandra, Jakarta, Sabtu, 18 Mei 2019.

    Dia mengatakan ucapannya tersebut merupakan sebuah doa. Sehingga tak boleh dilarang. Cak Imin mengungkapkan banyak yang marah ketika ia berharap mendapatkan 10 menteri di kabinet Jokowi.

    "Namanya juga doa masa enggak boleh kemarin saja banyak yang marah. Doanya sepuluh yang dapat sembilan ya Alhamdulillah," ujarnya. Dalam hitung cepat KPU per-tanggal 18 Mei 2019 pukul 16.45 WIB, PKB memperoleh suara sebesar 9,61 persen.

    Di era Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, PKB setidaknya pernah mencicipi lima kursi menteri. Mereka adalah Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Ja'far yang belakangan diganti Eko Putro Sandjojo yang juga dari PKB.

    Baca: Cak Imin Sebut Ida Fauziyah Berpeluang Jadi Kandidat Menteri

    Kemudian, PKB juga pernah mendapat jatah Kementerian Sosial yang dijabat oleh Khofifah Indar Parawansa. Belakangan, Khofifah mundur karena maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur. Jatah kursi Kementerian bergeser ke Golkar. Terakhir, PKB menempatkan Imam Nahrawi sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.