Terjerat Kasus, Kivlan Zen: Saya Bebaskan Sandera di Filipina

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kivlan Zen hadir di tengah massa yang tergabung dalam Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan dan Kebenaran (GERAK) melakukan aksi damai di gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kamis, 9 Mei 2019. TEMPO/Subekti

    Kivlan Zen hadir di tengah massa yang tergabung dalam Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan dan Kebenaran (GERAK) melakukan aksi damai di gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kamis, 9 Mei 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Kepala Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal Tentara Nasional Indonesia (purn) Kivlan Zen mengatakan bahwa Pemerintah Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak menghargai sumbangsihnya membantu negara. Dia mengaku pernah membantu membebaskan warga negara Indonesia yang disandera gerilyawan Abu Sayyaf. 

    "Saya bebaskan sandera, ucapan terima kasih pun dari Jokowi tidak ada terhadap saya, di Filipina tahun 2016 bulan April, bulan Mei," ujar Kivlan saat dihubungi Tempo, Sabtu 11 Mei 2019.

    Baca: Demokrat Minta Kivlan Zen Tak Seperti Anak Kecil

    Pada Maret 2016, sepuluh warga negara Indonesia dari 14 orang yang disandera kelompok separatis Filipina atau yang dikenal dengan Abu Sayyaf akhirnya dibebaskan. Sepuluh WNI itu awak kapal tugboat  Brahma 12 dan kapal tongkang Anand yang sebelumnya bermuatan batu bara. Kisah Kivlan sebagai negosiator proses pembebasan sandera itu bisa dibaca di sini.

    Kivlan pun menyinggung pemerintahan Jokowi yang pernah menangkapnya dalam tuduhan makar sehubungan dengan demonstrasi yang dikenal dengan Aksi 411 pada 2016. "Ditangkap saya sama Bu Ratna (Ratna Sarumpaet), Adityawarman, segala macam."

    Menurut dia, penangkapan itu karena pertemuannya di Hotel Indonesia Kempinski dituduh akan menjatuhkan pemerintahan yang sah. Kivlan membela diri bahwa pertemuannya hanya untuk kumpul-kumpul meminta keadilan. "Dibilang mau kudeta."

    Baca: Kivlan Zen Ancam Akan Buka Semua Aib SBY, Apabila ...

    Kivlan Zen juga mengomentari laporan yang menyebut dirinya menyebar hoaks dan melakukan makar yang dilayangkan Jalaludin terhadap dirinya. Laporan itu diterima polisi pada 7 Mei 2019. Ia membantah tuduhan itu, dengan dalih dia hanya berusaha menuntut keadilan atas kecurangan Pemilu 2019. "Ini orang tidak tahu saya mau menyelamatkan negara dari ketidakadilan dan kebenaran, dari tipu-tipu. Dibilang saya hoaks."

    Ia menjelaskan dalam Pilpres 2019, dirinya tidak berafiliasi dengan calon presiden tertentu dan bukan tim sukses Prabowo. “Saya sudah lima tahun tidak ketemu Prabowo, tidak ada main mata Prabowo untuk ini."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.