Di Pidato Kebangsaan Prabowo, Gatot Nurmantyo Bicara Anggaran TNI

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo ikut menjadi pembicara dalam Kampanye Capres 02, Prabowo Subianto di Surabaya, 12 April 2019. Video Live Streaming/Facebook Prabowo Subianto

    Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo ikut menjadi pembicara dalam Kampanye Capres 02, Prabowo Subianto di Surabaya, 12 April 2019. Video Live Streaming/Facebook Prabowo Subianto

    TEMPO.CO, Surabaya - Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo membandingkan anggaran untuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Hal ini dia sampaikan saat berorasi di acara pidato kebangsaan calon presiden 02 Prabowo Subianto di Hotel Dyandra, Surabaya, Jawa Timur hari ini, Jumat, 12 April 2019.

    Baca: Datang Acara Prabowo, Gatot Nurmantyo: Saya tak Mencari Jabatan

    "Saat ini yang kritis adalah mulai dari segi anggaran," kata Gatot dalam pidatonya.

    Gatot awalnya mengatakan bahwa inti kekuatan nasional bangsa Indonesia adalah bersatunya TNI dan rakyat. Menurut dia, jika rakyat dan TNI kuat maka Indonesia akan aman dari ancaman bangsa lain. Namun, dia menilai anggaran untuk TNI sekarang amat kritis.

    Dalam hal itu, Gatot tak ingin menyalahkan siapa pun. Namun dia mengklaim, saat menjabat sebagai Panglima TNI, sudah berusaha memperjuangkan kenaikan anggaran. Upaya itu belum terealisasi karena dia tidak berdaya.

    "Saya tidak menyalahkan siapa pun juga tapi ini saya perlu informasikan karena saya mantan Panglima TNI, agar rakyat bersatu jangan terpecah-pecah, bahwa dari segi anggaran pada saat saya menjabat Panglima TNI, saya sudah berusaha sekuat mungkin tapi saya tak berdaya," kata Gatot.

    Menurut dia, institusi TNI yang terdiri dari tiga matra, yaitu darat, laut, dan udara, memiliki lebih dari 455 ribu personel. TNI dengan departemen pertahanan, markas besar, ratusan pesawat terbang tempur, ratusan kapal perang, ribuan tank, dan senjata berat, menurut Gatot, hanya mendapat anggaran sebesar Rp 6 triliun.

    Baca: Bicara di Acara Prabowo, Gatot Nurmantyo: Demi Merah Putih

    Imbasnya, kata dia, anggaran itu dibagi-bagi dan departemen pertahanan hanya mendapatkan Rp 1 triliun, tiga matra masing-masing mendapatkan Rp 1 triliun lebih, dan Markas Besar TNI Rp 900 miliar.

    Gatot membandingkan dengan institusi lain. Menurut dia, ada institusi lain yang tidak mempunyai pesawat tempur, senjatanya pendek, dan hanya memiliki sedikit senjata panjang serta jumlah personel tidak sampai 3.000, anggarannya mencapai Rp 4 triliun.

    "Dan Kepolisian Republik Indonesia tujuh belas triliun. Tidak ada yang salah, semuanya benar-benar saja, tetapi ini adalah dari segi anggaran mengecilkan Tentara Nasional Indonesia," kata Gatot.

    Gatot mengaku hadir dalam pidato kebangsaan Prabowo itu lantaran diminta langsung oleh mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu. Gatot mengaku ditelepon untuk bicara masalah kebangsaan. Isu ihwal anggaran ini merupakan salah satu yang dia bahas, selain soal global citizenship dan persoalan moral kebangsaan.

    Baca: Di Acara Prabowo, Gatot Nurmantyo Keluhkan Kondisi TNI Saat Ini

    Sejumlah purnawirawan juga hadir di pidato kebangsaan Prabowo. Di antaranya mantan Wakil Menteri Pertahanan Letnan Jenderal TNI (purn) Sjafrie Sjamsoeddin, mantan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI (purn) Tedjo Edhy Purdijatno, dan mantan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI (purn) Imam Sufaat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.