Bicara di Acara Prabowo, Gatot Nurmantyo: Demi Merah Putih

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo ikut menjadi pembicara dalam Kampanye Capres 02, Prabowo Subianto di Surabaya, 12 April 2019. Video Live Streaming/Facebook Prabowo Subianto

    Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo ikut menjadi pembicara dalam Kampanye Capres 02, Prabowo Subianto di Surabaya, 12 April 2019. Video Live Streaming/Facebook Prabowo Subianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kehadiran mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menjadi kejutan di acara pidato kebangsaan calon presiden Prabowo Subianto yang digelar di Hotel Dyandra, Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 12 April 2019.

    Baca juga: Tak Dukung Jokowi Lagi, Dahlan Iskan Kini Ada di Kubu Prabowo

    Keriuhan pecah saat Prabowo mengucapkan nama Gatot Nurmantyo hadir di acara itu. Prabowo pun menghantikan pidatonya. "Jenderal TNI purnawirawan Gatot Nurmantyo," kata Prabowo.

    Prabowo kemudian mempersilakan Gatot untuk memberikan orasinya.

    Gatot mengaku dirinya dihubungi oleh Prabowo untuk berbicara masalah kebangsaan. "Saya datang ke sini tidak ada lain karena merah putih, karena negara dan bangsa memanggil untuk negara, bangsa, rakyat Indonesia. Ada telepon dari beliau, Pak Prabowo meminta saya hadir untuk bicara masalah kebangsaan di sini," kata Gatot dalam pidatonya.

    Gatot menyampaikan beberapa poin dalam pidatonya, salah satunya masalah internasional. Dia membahas masalah penduduk global atau global citizen yang menurutnya mengancam kebangsaan.

    Gatot mengatakan banyak negara-negara global yang tidak membicarakan kebangsaan lantaran hal itu dianggap menghambat globalisasi. Dia lantas menyebut perbedaan Indonesia dan Amerika. Menurut Gatot, Amerika terbentuk negaranya terlebih dulu, baru kemudian bangsanya. Sebaliknya, kata dia, bangsa Indonesia sudah ada sebelum menjadi negara.

    Baca juga: BPN Prabowo Ungkap Sulitnya Bertemu Gatot Nurmantyo

    Gatot Nurmantyo mengatakan di era global ini setiap orang bisa dengan mudah menjadi penduduk negara lain asalkan memiliki uang. Jika tidak berhati-hati, kata dia, masyarakat Indonesia bisa menjadi pembantu di tanah airnya sendiri.

    "Kalau kita tidak waspada, maka zaman penjajahan kita pembantu, kemerdekaan kita pembantu, sekarang pun keturunannya pembantu dan nanti pun akan jadi pembantu. Negara Indonesia tidak akan hilang, bangsa Indonesia yang hilang," ucapnya.

    Gatot Nurmantyo selama ini memilih bersikap netral. Beberapa kali dia disebut akan bergabung di kubu Prabowo, namun ia membantahnya. Gatot sempat keberatan saat fotonya terpampang di baliho yang ada di markas pemenangan Prabowo - Sandiaga di Solo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.