NAP Info Boyong Pelanggannya Ikuti IoT Asia 2019

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • NAP Info memboyong Pelanggannya ke IoT Expo di Singapura, pada 27-28 Maret 2019.

    NAP Info memboyong Pelanggannya ke IoT Expo di Singapura, pada 27-28 Maret 2019.

    INFO NASIONAL -- Demi memenangkan persaingan bisnis pada masa modern, setiap pelaku usaha perlu mengenal dan mengakrabkan diri dengan perkembangan terbaru, terlebih dalam bidang Internet dan teknologi. Sebab, kemajuan dan inovasi merupakan hal yang tak dapat dihindari.

    Karena itu, PT NAP Info Lintas Nusa—operator kabel serat optik bawah laut terkemuka di Indonesia—mengajak para pelanggannya mengenal terobosan baru di bidang Internet of Things dalam event IoT Asia 2019. Mengundang perwakilan dari 14 perusahaan, NAP Info berharap kegiatan ini dapat menjadi kesempatan yang menguntungkan semua pihak yang terlibat, baik melalui perkembangan Internet dan teknologi yang diperoleh maupun berkat jaringan kerja sama yang terbangun.

    Ajang tahunan yang kali ini diadakan di Singapore Expo, Singapura, ini berlangsung selama dua hari, dari 27—28 Maret 2019. Rangkaian IoT Asia 2019 diwarnai kegiatan pameran, konferensi, serta workshop yang berupaya menjawab kebutuhan serta keingintahuan akan berbagai segmen. Mulai kota pintar (smart city), IoT industrial, kecerdasan buatan (AI), blockchain, hingga analitik data.

    Setelah kunjungan ke IoT Asia 2019, NAP Info juga mengajak para pelanggan mengunjungi Matrix Headquarters untuk mengenal lebih jauh perkembangan usaha NAP Info. NAP Info sendiri telah berdiri sejak 2000 dengan mengoperasikan infrastruktur kabel serat optik berkualitas tinggi matrix cable system (MCS). Keunggulan ini juga diperkuat dengan matrix cable internet exchange (MC-IX), salah satu jaringan Internet exchange terbesar di Tanah Air. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.