Tim Gabungan Novel Baswedan: Belum Ada yang Bisa Dipublikasi

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi menggelar aksi diam di depan gedung KPK, Jakarta, Selasa, 12 Maret 2019. Mereka menggelar aksi diam selama 700 detik. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan bentukan Polri menyatakan masih terus bekerja. Namun, belum ada yang bisa dipublikasi. "Belum ada yang bisa dipublikasi," kata anggota tim pakar Hendardi, dihubungi, Kamis, 14 Maret 2019.

Baca juga: 700 Hari Penyerangan Novel Baswedan, Pegawai KPK Gelar Aksi Diam

Kendati demikian, Hendardi mengatakan tim berencana melakukan konferensi pers terkait perkembangan penyelidikan yang dilakukan tim gabungan Novel Baswedan itu. Hanya saja, waktu pelaksanaannya belum ditentukan. "Akan ada konpers, tapi masih diatur waktu dan kesiapannya," kata Ketua Setara Institute itu.

Sebelumnya, tim advokasi Novel Baswedan menyampaikan keraguannya atas kerja tim gabungan bentukan Polri. Anggota tim advokasi, Arif Maulana, mengatakan tiga bulan dibentuk, tim gabungan belum pernah menyampaikan perkembangan penyelidikan kasus teror yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi tersebut.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum Jakarta itu juga menyebut tim tidak transparan. Arif mengatakan sudah beberapa kali mengirim surat agar tim lebih transparan. "Tapi, tidak ada hasil yang disampaikan ke publik, maupun kuasa hukum," kata Arif.

Tim gabungan dibentuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada awal Januari 2019. Pembentukan tim itu merupakan hasil rekomendasi Tim Pemantauan Komnas HAM dalam kasus Novel. Ada 65 anggota dalam tim tersebut, termasuk unsur polisi, KPK, dan pakar, salah satunya Hendardi.

Tentang keraguan tim advokasi itu, Hendardi mengatakan tim mendapat mandat bekerja selama enam bulan sampai Juni nanti. Dia memastikan tim akan menyampaikan hasil kerjanya suatu saat nanti. "Ada waktunya nanti tim menyampaikan hasil kerjanya," kata dia.

Sudah lebih dari 700 hari kasus penyiraman terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan terjadi. Hingga kini polisi belum juga bisa mengungkap siapa pelaku dan dalang penyiraman terhadap Novel itu.

Baca juga: 700 Hari Penyerangan, Novel Baswedan: Pemerintah Tidak Peduli

Sebelumnya kuasa hukum Novel Baswedan, Alghiffari Aqsa, mengungkap hasil investigasi Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi dalam kasus penyiraman air keras. Dia mengatakan ada lebih dari satu nama jenderal dalam laporan hasil investigasi tersebut.

"Ada nama-nama jenderal yang kami cantumkan, yang kami temukan dalam investigasi," kata dia saat peringatan 700 hari teror Novel Baswedan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 12 Maret 2019.






Azyumardi Azra Habis-habisan Dukung Pegawai KPK yang Dianggap Tak Lolos TWK: Berakhir Sendu

7 hari lalu

Azyumardi Azra Habis-habisan Dukung Pegawai KPK yang Dianggap Tak Lolos TWK: Berakhir Sendu

Azyumardi Azra menilai TWK yang dilakukan KPK penuh masalah. Ia dan 73 guru besar menilai pelaksanaan tes tersebut melanggar hukum dan etika publik.


Master Security IT: Kenali Bahaya 4 Serangan Siber, Phishing hingga Ransomwar

13 hari lalu

Master Security IT: Kenali Bahaya 4 Serangan Siber, Phishing hingga Ransomwar

Kebocoran data pribadi belakangan ini menyadarkan publik bahwa modus serangan siber memiliki ragam bentuk, seperti phishing, skimming, carding, ataupun ransomware.


Satgassus Pencegahan Korupsi Polri, Ini Tugas Novel Baswedan dan 43 Eks Pegawai KPK Korban TWK

15 hari lalu

Satgassus Pencegahan Korupsi Polri, Ini Tugas Novel Baswedan dan 43 Eks Pegawai KPK Korban TWK

Polri mengembangkan Satgassus Pencegahan Korupsi. Apa saja tuganya? Novel Baswedan dan 43 eks pegawai KPK korban TWK ada di sana.


Kata Novel Baswedan tentang Suap dan Gratifikasi, Lapor Hanya ke KPK?

34 hari lalu

Kata Novel Baswedan tentang Suap dan Gratifikasi, Lapor Hanya ke KPK?

Novel Baswedan menjelaskan perbedaan antara gratifikasi dan suap. Berapa hari maksimal seseorang diwajibkan lapor terima gratifikasi?


Satgassus Pencegahan Korupsi Polri Soroti Pupuk Bersubsidi, Novel Baswedan: 3 Potensi Pidana Korupsi

37 hari lalu

Satgassus Pencegahan Korupsi Polri Soroti Pupuk Bersubsidi, Novel Baswedan: 3 Potensi Pidana Korupsi

Satgassus Pencegahan Korupsi Polri yang diperkuat Novel Baswedan membeberkan potensi korupsi di tubuh Kementerian Pertanian.


Novel Baswedan Kritik Rompi Biru Antikorupsi KPK: Kurang Bisa Kerja

1 Juni 2022

Novel Baswedan Kritik Rompi Biru Antikorupsi KPK: Kurang Bisa Kerja

Novel Baswedan mengatakan tugas utama yang seharusnya dikerjakan oleh KPK justru tidak dilakukan dengan baik sehingga tidak membuahkan hasil.


IPW Anggap KPK Menyerah Kejar Harun Masiku

26 Mei 2022

IPW Anggap KPK Menyerah Kejar Harun Masiku

IPW menilai pernyataan KPK yang meminta masyarakat untuk ikut mengejar Harun Masiku dengan biaya pribadi sebagai kibaran bendera putih.


Dituding Tak Serius Cari Harun Masiku, KPK: Tak Bisa Kami Detailkan

25 Mei 2022

Dituding Tak Serius Cari Harun Masiku, KPK: Tak Bisa Kami Detailkan

KPK menyatakan tak bisa mendetailkan langkah mereka dalam pencarian Harun Masiku.


Novel Baswedan Yakin KPK Tak Serius Mencari Harun Masiku

24 Mei 2022

Novel Baswedan Yakin KPK Tak Serius Mencari Harun Masiku

Novel Baswedan menduga Komisi Pemberantasan Korupsi tak pernah serius mencari Harun Masiku.


Eksaminasi Putusan Kasus Novel Baswedan: Hakim Potong Fakta Lapangan

20 April 2022

Eksaminasi Putusan Kasus Novel Baswedan: Hakim Potong Fakta Lapangan

Eksaminasi putusan kasus Novel baswedan menunjukkan ada beberapa fakta di lapangan yang tidak dipertimbangkan dalam putusan hakim.