Bandingkan Inflasi Sejak Sebelum 2014, Jokowi: Turun Drastis

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi, menghadiri deklarasi dukungan Jabar Ngahiji di Monumen Perjuangan, Kota Bandung, 10 Maret 2019. Tempo/Friski Riana

    Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi, menghadiri deklarasi dukungan Jabar Ngahiji di Monumen Perjuangan, Kota Bandung, 10 Maret 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Banten - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengklaim mampu menurunkan tingkat inflasi secara drastis sejak memimpin pada 2014. Menurut dia, hal itu hasil dari kemampuan pemerintah dalam mengendalikan harga.

    Ia menjelaskan di akhir 2014 inflasi Indonesia tercatat 8,3 persen. Namun pada 2018 turun menjadi 3,13 persen. "(Inflasi) Kita ini turunnya sangat anjlok sekali. Supaya kita tahu semuanya," kata Jokowi dalam pembukaan rapat kerja Kementerian Perdagangan di Hall 3a, Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Banten, Selasa, 12 Maret 2019.

    Baca:Peneliti Desak Jokowi Pecat Kepala LIPI Laksana Tri Handoko

    Jokowi menuturkan penurunan inflasi yang drastis ini menunjukkan pemerintah berhasil mengendalikan harga. "Kalau satu dua barang (harga naik) itu biasa.”

    Ia meminta pihak yang kerap menyuarakan harga barang-barang melonjak untuk melihat secara utuh. “Kalau inflasi 3,13 persen dibanding 2014 kita turunnya sangat anjlok."

    Baca: Soal Kartu Pra Kerja, Kubu Jokowi Jelaskan 8 Poin

    Indonesia, kata Jokowi, patut bersyukur karena di tengah ketidakpastian ekonomi global, masih mampu tumbuh di atas 5,17 persen pada 2018. "Ini patut kita syukuri. Banyak negara yang tidak bisa mempertahankan growth-nya, pertumbuhan ekonominya terjun."

    Jika dibandingkan negara-negara G20, kata Jokowi, pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup baik dan berada di posisi ketiga di bawah India dan Cina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.