Petisi Anti Golput Jadi Tiket Masuk Konser Band Metal di Solo

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung membubuhkan tanda tangan di spanduk dalam aksi tolak hoax menjelang Pemilu 2019 saat Car Free Day di Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 3 Januari 2019. Peserta aksi juga mengajak masyarakat untuk tidak menjadi golput pada Pemilu mendatang. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Pengunjung membubuhkan tanda tangan di spanduk dalam aksi tolak hoax menjelang Pemilu 2019 saat Car Free Day di Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 3 Januari 2019. Peserta aksi juga mengajak masyarakat untuk tidak menjadi golput pada Pemilu mendatang. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Solo - Hanya dalam kurun waktu sekitar dua pekan, gerakan tolak golput lewat petisi "100%in Indonesia Nyoblos" di laman change.org yang digagas We The Youth berhasil mengumpulkan belasan ribu tanda tangan. Tanda tangan di petisi online yang menyuarakan anti-golput itu didominasi dari kalangan pemuda pecinta musik cadas yang selama ini kerap dicap apatis terhadap segala hal berbau politik.

    Baca: 120 Siswa SMA Jaksel Dilatih di Bogor buat Tangkal Hoax Pemilu

    Gerakan anti-golput pada Pemilu Serentak 2019 itu digawangi barisan band metal papan atas seperti Down For Life, Seringai, Jasad, Death Vomit, dan lain-lain. Setelah menandatangani petisi dari We The Youth, pemuda dari berbagai penjuru Indonesia itu bisa menyaksikan konser musik metal bertajuk “Pesta Partai Barbar” di Benteng Vastenburg, Kota Solo, pada Ahad, 10 Maret 2019.

    Pesta Partai Barbar adalah konser musik yang diselenggarakan band metal asal Solo, Down For Life, sejak 2010. Dalam Pesta Partai Barbar kali ini Down For Life bekerja sama dengan We The Youth, sebuah gerakan kaum muda independen dari Jakarta yang dimotori Widyaswari dan kawan-kawan, untuk mengusung tema Vote Louder guna mengkampanyekan "100%in Indonesia Nyoblos.

    “Kampanye annti-golput yang dibalut dalam konser musik metal ini bertujuan untuk mengedukasi generasi muda agar lebih serius dalam menggunakan hak politiknya pada Pemilu 2019,” kata Direktur Eksekutif We The Youth, Widyaswari kepada Tempo.

    Menurut vokalis Down For Life, Stephanus Adjie, sebagian kaum muda di Indonesia mulai sadar bahwa sikap apatis terhadap pemilu telah membawa dampak buruk yang langsung mereka rasakan dalam kehidupan. “RUU Permusikan itu contoh terbaru. Kalau dulu kita mau mempelajari rekam jejak para calon legislatif dengan seksama, tidak asal nyoblos, RUU Permusikan itu tidak akan pernah ada,” kata Adjie.

    Agar pesan yang terkandung dalam petisi 100%in Indonesia Nyoblos benar-benar tersampaikan kepada para pecinta musik cadas yang hendak menyaksikan Pesta Partai Barbar, Adjie mengatakan panitia sama sekali tidak menyediakan tiket berbayar.

    “Mau tidak mau mereka jadi mengenal change.org. Karena penasaran, banyak yang bilang pada saya kalau mereka juga mengakses berbagai petisi lainnya,” kata vokalis band yang mewakili Indonesia di Metal Battle, Wacken Open Air 2018, Jerman, pada September tahun lalu itu.

    Simak juga: Rhoma Irama: Jangan Golput Agar DPR Tak Diduduki Orang Munafik

    Selain menampilkan band-band metal papan atas, Pesta Partai Barbar yang diselenggarakan sejak pukul 12.00 sampai 22.00 itu juga menyuguhkan sesi bincang-bincang dengan tokoh-tokoh ternama di industri musik Indonesia seperti Rudolf Dethu, Dani Satrio, Iyok Samalona, Tatuk Marbudi, dan lain-lain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.