Peneliti LIPI Menilai NU Aktif ke Politik karena Alasan Ini

Presiden Joko Widodo alias Jokowi didampingi Muhtasyar Nahdlatul Ulama (NU) KH Ma'ruf Amin (kiri) Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar (kedua kanan) dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (kedua kiri) berdoa bersama pada Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu, 27 Februari 2019. Dalam sambutannya, Jokowi mengakui kalau NU merupakan organisasi jemaah terbesar di Indonesia. ANTARA/Adeng Bustomi

TEMPO.CO, Banjar - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ahmad Najib Burhani, menilai aktifnya Nahdlatul Ulama (NU) dalam perpolitikan saat ini bak istilah Jawa 'cancut tali wondo'. Warga NU, kata dia, merasa terpanggil untuk masuk ke dalam urusan politik.

Baca: Munas Alim Ulama NU Tak Dihadiri Sejumlah Kiai Sepuh

"Jadi logika yang mereka pakai adalah bahwa ada persoalan bangsa, negara dalam ancaman, dan NU merasa terpanggil, tertuntut untuk mengawal negara. Karena itu harus cancut tali wondo atau terlibat politik secara utuh," katanya di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat, Kamis, 28 Februari 2019.

Menurut Najib, hal ini terlihat dari pernyataan para elite NU yang menarasikan bahwa Pemilu 2019 bukan sekedar pertarungan politik. "Tapi ideological battle, matter of life and death," ucapnya.

Baca: Munas Ulama NU Batal Membahas Masalah Politisasi Agama

Ia menuturkan masyarakat NU merasakan ada dua hal penting yang dipertaruhkan dalam pemilu kali ini, yakni masa depan kelompok Islam moderat dan ideologi Indonesia. Nahdliyyin, kata Najib, merasa resah dengan adanya kelompok tertentu yang ingin mengubah dasar negara Indonesia. "Saya rasa inilah lawan NU dan kemudian mereka (NU) merasa terpanggil untuk terlibat langsung," ujarnya.

Namun, kata Najib, sikap NU terkait urusan politik akhir-akhir ini secara bersamaan membentuk citra polarisasi di tengah masyarakat semakin kuat, bukannya melemah. "Maka berkembang NU versus the rest of Islam, santri tradisional versus santri milenial dan beberapa istilah lain yang menghadapkan NU dengan Islam lainnya," ucapnya.

Baca: NU Usul Sebutan Kafir ke Nonmuslim Indonesia Dihapus

Selain itu, Najib menilai NU saat ini sudah menjadi bagian dari politik. Majunya Mustasyar NU, Ma'ruf Amin, dalam pemilihan presiden 2019 menegaskan sikap NU yang merasa perlu terlibat di dalam pemerintahan. "Bahasanya Kiai Said (Ketua Umum PBNU) saat acara kemarin (silaturahmi dengan kiai kampung) 'kita bukan penentu kebijakan maka harus menjadi penentu kebijakan'," ucapnya.






Besok, Jokowi Hadiri Acara Peringatan Satu Abad NU Bareng Erick Thohir

5 jam lalu

Besok, Jokowi Hadiri Acara Peringatan Satu Abad NU Bareng Erick Thohir

Presiden Joko Widodo dan ibu negara, Iriana berangkat ke Jawa Timur pada Senin 6 Februari 2022. Jokowi dijadwalkan akan menghadiri resepsi puncak satu abad Nahdlatul Ulama (NU)


Undang Semua Partai Politik ke Puncak Harlah 1 Abad NU, Ini Alasan Yenny Wahid

6 jam lalu

Undang Semua Partai Politik ke Puncak Harlah 1 Abad NU, Ini Alasan Yenny Wahid

Ketua panitia harlah 1 abad NU Yenny Wahid mengatakan semua parpol diundang ke puncak peringatan organisasi kemasyarakatan Islam terbesar itu.


1 Abad NU, Ketua Umum PP Muhammadiyah: Semoga Semakin Besar dan Kuat Menjaga Bangsa

7 jam lalu

1 Abad NU, Ketua Umum PP Muhammadiyah: Semoga Semakin Besar dan Kuat Menjaga Bangsa

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir turut memberikan doa dan harapan menyambut peringatan harlah 1 abad Nahdlatul Ulama.


PBNU Selenggarakan Muktamar Internasional Fikih Perdaban 1, Gus Yahya: Islam harus Jadi Solusi

8 jam lalu

PBNU Selenggarakan Muktamar Internasional Fikih Perdaban 1, Gus Yahya: Islam harus Jadi Solusi

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) memberikan sambutan pada pembukaan Muktamar Internasional Fikih Peradaban 1 di Surabaya.


100 Tahun NU: Sejarah Terbentuknya NU beserta Para Pendirinya

9 jam lalu

100 Tahun NU: Sejarah Terbentuknya NU beserta Para Pendirinya

Sejarah terbentuknya salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama disingkat NU dan para pendirinya yang sudah 1 abad berdiri


GP Ansor Depok Tancap Gas, Kirim Kader ke Peringatan 1 Abad NU dan Konsolidasi

5 hari lalu

GP Ansor Depok Tancap Gas, Kirim Kader ke Peringatan 1 Abad NU dan Konsolidasi

Ketua Gerakan Pemuda atau GP Ansor Kota Depok, Muhammad Kahfi mengatakan langsung tancap gas mengerjakan program strategis.


Megawati Cerita saat Bung Karno Sebut Kalangan NU Pejuang

5 hari lalu

Megawati Cerita saat Bung Karno Sebut Kalangan NU Pejuang

Megawati kemudian protes lagi kepada Bung Karno. "'Diajarinya pakai sepatu. Itu kenapa pakai sandal semua?'.


Seabad Nahdlatul Ulama Menganut Paham Aswaja, Apakah Artinya?

5 hari lalu

Seabad Nahdlatul Ulama Menganut Paham Aswaja, Apakah Artinya?

Dalam kalender Islam, pada 31 januari 2023 atau 1444 H, Nahdlatul Ulama telah berusia satu abad. Selama ini menganut paham aswaja, apakah itu?


Polemik Ucapan Said Aqil Siradj Soal PKB Adalah NU, Begini Sejarah 97 Tahun Nahdlatul Ulama

5 hari lalu

Polemik Ucapan Said Aqil Siradj Soal PKB Adalah NU, Begini Sejarah 97 Tahun Nahdlatul Ulama

"PKB adalah NU, NU adalah PKB," kata mantan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj memantik pro-kontra. Begini sejarah 97 tahun Nahdlatul Ulama.


Saat Hubungan NU dan PKB Kembali Hangat Diperbincangkan

6 hari lalu

Saat Hubungan NU dan PKB Kembali Hangat Diperbincangkan

Soal hubungan NU dan PKB kembali hangat dibicarakan. Said Aqil Siradj menyebut yang mengatakan itu lupa sejarah.