Sandiaga Siapkan 4 Amunisi Lawan Ma'ruf Amin di Debat Pilpres

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno (kanan), berenang di Wisata Bahari Pasir Putih, Bungatan, Situbondo, Jawa Timur, Rabu, 20 Februari 2019. ANTARA/Seno

    Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno (kanan), berenang di Wisata Bahari Pasir Putih, Bungatan, Situbondo, Jawa Timur, Rabu, 20 Februari 2019. ANTARA/Seno

    2. Pendidikan

    Dalam bidang pendidikan, Andre menuturkan salah satu komitmen Prabowo-Sandi adalah nasib guru pengajar. Ia mengatakan Prabowo - Sandiaga berkomitmen untuk mengangkat guru honorer kategori II (K2) menjadi PNS setelah 5 tahun masa pengabdiannya.

    "Lalu bagaimana guru-guru honorer yang sudah mengabdi belasan, bahkan puluhan tahun itu mereka tidak diangkat menjadi pegawai negeri karena ada keterbatasan undang-undang ASN yang membatasi maksimal usia 35 tahun. Prabowo-Sandi akan pastikan ini akan direvisi," ujar Andre.

    Selain itu, Andre mengatakan Prabowo-Sandiaga akan memperjuangkan agar guru-guru honorer yang belum diangkat menjadi ASN dapat meningkat kesejahteraan. "Jangan lagi mereka terima gaji Rp 100 ribu - Rp 200 ribu per bulan. Bagaimana mereka mau fokus untuk memberikan pelayanan pengabdian mengajar kepada anak murid kalau mereka kesejahteraannya tidak cukup?" ujar Andre.

    Prabowo - Sandiaga, kata Andre, akan mendorong agar gaji atau upah yang diterima guru honorer minimal sama dengan Upah Minimum Regional (UMR).

    3. Kesehatan

    Dalam bidang kesehatan, Andre mengatakan Prabowo-Sandu berfokus pada bagaimana pemerintah dapat meningkatkan kualitas dan fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia. Selain itu, Andre berujar kubu 02 akan berfokus pada bagaimana tercipta jaminan sosial untuk kesehatan.

    "Jangan lagi pemerintah nunggak BPJS. Lalu bagaimana pelayanan BPJS ini meningkat. Misal, tabung dialisis untuk ginjal pengganti, jangan lagi sampai dipakai berulang-ulang kali. Harusnya sekali pakai setelah itu dibuang. Jadi supaya hasilnya maksimal untuk para pasien cuci darah," kata dia.

    Selain itu, Andre mengatakan, bagaimana pemerintah tidak lagi menunggak BPJS hingga Rp 5 sampai 10 triliun yang pada akhirnya menyebabkan penunggakan BPJS di Rumah Sakit. "Dan menyebabkan pelayanan TS tidak maksimal terhadap pasien," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.