Sandiaga Siapkan 4 Amunisi Lawan Ma'ruf Amin di Debat Pilpres

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno (kanan), berenang di Wisata Bahari Pasir Putih, Bungatan, Situbondo, Jawa Timur, Rabu, 20 Februari 2019. ANTARA/Seno

    Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno (kanan), berenang di Wisata Bahari Pasir Putih, Bungatan, Situbondo, Jawa Timur, Rabu, 20 Februari 2019. ANTARA/Seno

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno akan berhadapan dengan Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam debat Pilpres ketiga pada 17 Maret 2019. Debat itu memang akan mempertemukan hanya calon wakil presiden. Keduanya akan beradu gagasan dalam bidang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan kebudayaan.

    Baca: Kubu Prabowo: Penghadangan Sandiaga Bukti Kami Kuasai Jawa Tengah

    Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga, Andre Rosiade, mengatakan Sandiaga telah siap untuk menjalani debat pilpres ketiga itu. Menurut Andre, Sandiaga saat ini telah menguasai bahan-bahan materi untuk debat tersebut.

    "Dalam debat nanti, Sandiaga akan fokus menyampaikan gagasan-gagasan dan solusi perubahan yang akan kami tawarkan kepada masyarakat Indonesia. Sehingga pesan-pesan perubahan, apa yang akan dilakukan oleh Pak Prabowo dan bang Sandi 5 tahun kedepan itu benar-benar sampai ke masyarakat," kata Andre saat dihubungi, Jumat, 22 Februari 2019.

    "Sehingga memberikan keyakinan dan optimisme bahwa masyarakat Indonesia yang adil dan makmur bisa terwujud dengan memilih Prabowo-Sandi."

    Simak juga: Timses Siapkan Data untuk Ma'ruf Amin Hadapi Serangan Sandiaga

    Berikut materi-materi debat yang akan disampaikan Sandiaga 17 Maret nanti menurut penuturan Andre Rosiade:


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?