Fadli Zon soal Doa yang Ditukar: Puisi kan Bagian Ekspresi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon, saat mengomentari vonis Ahmad Dhani di Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 28 Januari 2019. Tempo/Ryan Dwiky Anggriawan

    Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon, saat mengomentari vonis Ahmad Dhani di Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 28 Januari 2019. Tempo/Ryan Dwiky Anggriawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengatakan apa yang ia maksudkan dalam puisi 'Doa yang Ditukar' bukanlah menyebut Kiai Maimun Zubair. Ia menuturkan puisinya itu terang-terangan menyebut kata 'penguasa'.

    Baca: Soal #SandiwaraUno, Fadli Zon: Jokowi-lah yang Banyak Drama

    "Emang mbah Moen penguasa? Lagian itu kan puisi. Tapi kalau mau digoreng, ya digoreng aja, silakan," kata Fadli di Sekretariat Nasional Prabowo - Sandiaga, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Februari 2019.

    Fadli juga menuturkan tak ada pelanggaran hukum dalam puisinya itu. Dengan demikian, ia merasa tak perlu meminta maaf atas puisinya itu. "Ini mau melaporkan puisi? Silakan saja laporkan puisinya, tapi puisi itu kan bagian dari ekspresi," kata Fadli.

    Berikut adalah puisi Fadli Zon berjudul Doa yang Ditukar yang dipermasalahkan itu:

    DOA YANG DITUKAR

    doa sakral
    seenaknya kau begal
    disulam tambal
    tak punya moral
    agama diobral
    doa sakral

    kenapa kau tukar
    direvisi sang bandar
    dibisiki kacung makelar
    skenario berantakan bubar
    pertunjukan dagelan vulgar

    doa yang ditukar 
    bukan doa otentik
    produk rezim intrik
    penuh cara-cara licik
    kau penguasa tengik

    Sebelumnya, massa yang tergabung dalam Aliansi Santri Membela Kiai menggelar unjuk rasa di alun-alun Kudus, Jawa Tengah, Jumat 8 Februari 2019 lalu. Massa ini meminta Fadli Zon agar minta maaf soal puisi yang telah ia tulis itu.

    Menurut Arsul Sani, Sekretaris Jenderal PPP, gerakan tersebut sebagai ekspresi kemarahan kaum santri atas penghinaan terhadap Kiai Mbah Moen. "Ekspresi kemarahan kaum santri atas apa yang mereka anggap sebagai penghinaan terhadap Kiai (Maimun Zubair) oleh Fadli Zon," kata Arsul melalui pesan singkat kepada Tempo, Jumat, 8 Februari 2019.

    Simak juga: Slamet Maarif Ditetapkan Tersangka, Fadli Zon Sebut Kriminalisasi

    Fadli Zon, kata Arsul, dianggap telah menghina Kiai melalui sebuah puisi. Arsul juga mengatakan banyak pihak telah meminta Fadli Zon untuk meminta maaf secara jantan atas puisinya itu kepada Maimun Zubair. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.