Soal Tabloid Indonesia Barokah, Polri Tunggu Surat Dewan Pers

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Banyuwangi menunjukkan isi Tabloid Indonesia Barokah di Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat, 25 Januari 2019. Bawaslu Banyuwangi menyita tabloid yang dikirimkan kepada takmir masjid oleh orang tidak dikenal tersebut karena diduga dalam kontennya menyudutkan salah satu pasangan calon presiden - wakil presiden. ANTARA/Budi Candra Setya

    Petugas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Banyuwangi menunjukkan isi Tabloid Indonesia Barokah di Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat, 25 Januari 2019. Bawaslu Banyuwangi menyita tabloid yang dikirimkan kepada takmir masjid oleh orang tidak dikenal tersebut karena diduga dalam kontennya menyudutkan salah satu pasangan calon presiden - wakil presiden. ANTARA/Budi Candra Setya

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan Ketua Dewan Pers akan mengirimkan hasil rekomendasinya soal konten Tabloid Indonesia Barokah (IB) ke Mabes Polri, Selasa, 29 Januari 2019. "Siang ini akan segera dikirim surat dari Dewan Pers ke Mabes Polri berupa hasil kajian komprehensif," kata Dedi di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta, Selasa.

    Bareskrim Polri akan mempelajari Rekomendasi Dewan Pers. Bareskrim juga mengkaji laporan dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo –Sandiaga Uno. "Nanti akan di-combine dengan surat rekomendasi dari Dewan Pers."

    Baca: Dituduh Dalang Tabloid Indonesia Barokah, Ini ...

    Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah menyatakan bahwa konten tabloid Indonesia Barokah bukan merupakan pelanggaran pemilu. Meski demikian, Bawaslu terus menelusuri.

    Bawaslu pun telah berkoordinasi dengan PT Pos Indonesia dan sejumlah masjid agar tidak mengedarkan Tabloid Indonesia Barokah. Tabloid itu beredar di sejumlah pesantren dan masjid di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

    Baca: Ada 8.000 Eksemplar Tabloid Indonesia ...

    Pengusutan terhadap Tabloid Indonesia Barokah akan memasuki babak baru setelah Dewan Pers menyatakan tabloid itu bukan produk jurnalistik. Dengan kepastian itu, kepolisian bisa menyelidiki adanya kemungkinan tindak pidana dalam penyebaran tabloid tersebut.

    Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo, mengatakan lembaganya telah menuntaskan penelitian terhadap keberadaan dan konten Tabloid Indonesia Barokah. Menurut dia, tabloid tersebut tak memenuhi sejumlah ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. “Kami akan menyampaikan hasil pendapat, penilaian, dan rekomendasi kepada Polri dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilihan Umum),” kata Yosep kepada Tempo, kemarin, Senin, 28 Januari 2019.

    ANTARA | DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.