Menteri Agama: Ba'asyir Tak Berpotensi Sebarkan Radikalisme

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi Inspektur upacara Hari Amal Bhakti (HAB) ke-73 Kementerian Agama Tingkat Provinsi Jawa Barat 2019 di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Bandung, Kamis (3/1/19).

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi Inspektur upacara Hari Amal Bhakti (HAB) ke-73 Kementerian Agama Tingkat Provinsi Jawa Barat 2019 di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Bandung, Kamis (3/1/19).

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menilai Abu Bakar Baasyir tak berpotensi menyebarkan paham radikal usai dibebaskan. Menurut dia, kondisi Ba'asyir yang merupakan pemimpin Ansharut Tauhid itu sudah berbeda.

    Baca: Tim Pengacara Muslim: Abu Bakar Baasyir Anggap Demokrasi Syirik

    Lukman mengatakan penilaiannya bisa saja subjektif. Namun, dia melihat kondisi fisik Baasyir sudah berubah dari lima atau sepuluh tahun yang lalu. Kondisinya melemah seiring bertambahnya usia.

    "Berpikir saja, orang setua beliau apa iya masih punya potensi untuk menyebarkan ajaran-ajaran agama," kata Lukman di Hotel Kempinski, Jakarta, Sabtu, 19 Januari 2019.

    Lagipula, kata Lukman, aparat keamanan pasti sudah memahami dan mempertimbangkan dampak pembebasan Ba'asyir. Pemerintah pasti memiliki langkah mitigasi. "Jangankan terhadap beliau, setiap kita ini kan dalam menjalani kehidupan kan diawasi banyak hal," kata dia.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi berencana membebaskan Abu Bakar Baasyir. Kabar ini disampaikan oleh Penasehat hukum Jokowi - Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra. Menurut dia, pembebasan itu dilakukan karena alasan kemanusiaan. Rencanaya dia akan dibebaskan Kamis, 24 Januari 2019.

    Simak juga: Abu Bakar Baasyir Tak Mau Teken Surat Pernyataan Setia pada NKRI

    Lukman menyatakan setuju dengan rencana pembebasan Abu Bakar Baasyir. Sebagai Menteri Agama, dia mengambil pendekatan keagamaan. Lukman mengatakan, setiap agama mengajarkan manusia untuk saling memaafkan. "Apalagi beliau kondisinya sudah tua. Ya sudahlah, kita maafkan," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.