Setuju Abu Bakar Baasyir Bebas, Menag: Ya Sudahlah, Kita Maafkan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Baasyir (tengah) dengan pengawalan petugas saat tiba untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di RSCM Kencana, Jakarta, 1 Marte 2018. Abu Bakar Baasyir mendatangi RSCM untuk melakukan kontrol kesehatan atas sakit yang dideritanya. ANTARA/Reno Esnir

    Terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Baasyir (tengah) dengan pengawalan petugas saat tiba untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di RSCM Kencana, Jakarta, 1 Marte 2018. Abu Bakar Baasyir mendatangi RSCM untuk melakukan kontrol kesehatan atas sakit yang dideritanya. ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mendukung keputusan pemerintah membebaskan narapidana terorisme Abu Bakar Baasyir. Ajaran agama adalah salah satu alasannya.

    Lukman mengatakan setiap agama mengajarkan manusia untuk saling memaafkan. "Apalagi beliau kondisinya sudah tua. Ya sudahlah, kita maafkan," kata dia di Hotel Kempinski, Jakarta, Sabtu, 19 Januari 2019.

    Baca: JK Mengaku Tak Tahu Mekanisme Pembebasan Abu Bakar Baasyir

    Alasan lain menyetujui pembebasan pemimpin Jamaah Ansharut Tauhid itu ialah kondisinya yang sepuh sehingga mempengaruhi kesehatannya. Orang tua, kata dia, harus mendapat perlakukan khusus. Lagipula, Baasyir sudah menjalani dua per tiga dari hukuman yang dijatuhkan kepadanya.

    Abu Bakar Baasyir divonis 15 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada 2011. Dia terbukti menggerakkan orang lain dalam penggunaan dana untuk melakukan tindak pidana terorisme.

    Baca: Tim Pengacara Muslim: Abu Bakar Baasyir Anggap Demokrasi Syirik

    Pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jateng itu telah menjalani hukuman kurang lebih 9 tahun di penjara. Awalnya, ia dibui di Nusakambangan. Karena kondisi kesehatan yang menurun, Abu Bakar Ba’asyir dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur, Bogor, sejak 2016.

    Kemarin, Juru Bicara Jokowi - Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra, mengabarkan rencana pembebasan Abu Bakar Baasyir. Menurut dia, kebijakan ini merupakan keputusan Presiden Jokowi dengan alasan kemanusiaan. Ia telah berbicara dengan Baasyir dan menyampaikannya kepada Presiden. “Respon presiden pun baik dan setuju jika Abu Bakar dibebaskan,”  kata Yusril.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?