Sandiaga Paparkan Materi Debat Capres

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno saat menyampaikan pidato kebangsaan di JCC, Jakarta, Senin 14 Januari 2018. TEMPO/Subekti

    Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno saat menyampaikan pidato kebangsaan di JCC, Jakarta, Senin 14 Januari 2018. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, membeberkan beberapa materi debat yang akan ia sampaikan dalam Debat Capres. Debat Pilpres pertama ini akan membawa tema korupsi, hukum, HAM, dan terorisme.

    Baca: Debat Capres, Desmond: Semoga Prabowo Tak Nakal Sebut Wiranto

    "Hari ini kami akan mendalami lagi, kemarin sudah ada sesi kami mendapat masukan dari para pakar dan penasehat di bidang korupsi, terorisme, hukum dan HAM, dan kami sudah melihat pertanyaan kisi-kisi," kata Sandiaga kepada wartawan di lapangan Bulungan, Jakarta Selatan, Rabu, 16 Januari 2019.

    Dalam tema hukum, Sandiaga mengatakan mereka akan menonjolkan sisi perbedaan antara pasangan 02 dengan pemerintahan yang sekarang dalam hal pendekatan hukum. Ia juga mengatakan fokus menjawab kebutuhan masyarakat akan penegakan hukum yang tak tebang pilih.

    "Ada rasa ketidakadilan di masyarakat karena dipandang hukum masih tebang pilih. Harusnya hukum tidak pandang bulu, harusnya hukum itu tajam ke bawah dan tajam ke atas juga. Kami akan meyakinkan masyarakat bahwa Prabowo - Sandiaga akan menegakkan supremasi hukum," ujar dia.

    Untuk masalah HAM, kata Sandiaga, dari pendalaman dan diskusi-diskusi yang ia lakukan 3 bulan belakangan, masyarakat mengkaitkan HAM dengan hak-hak untuk mendapatkan mata pencaharian. Sandiaga juga mengatakan apa yang menjadi harapan masyarakat itu tertulis dalam Konstitusi Indonesia.

    "Di Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, bahwa negara menjamin pekerjaan yang layak bagi setiap masyarakat, menjamin mendapatkan pendidikan, kesehatan, pelayanan kesehatan. Itu juga menjadi pandangan masyarakat terhadap hak asasi," tutur Sandiaga.

    Untuk tema terorisme, Sandiaga meyakini unsur utama yang harus diberi solusi adalah masalah ketidakadilan, kesejahteraan, keputusasaan, dan pengetahuan agama yang tak mendalam. Menurut Sandiaga, pasangan 02 tak akan membiarkan stigmatisasi bahwa agama Islam adalah biang terorisme.

    Sandiaga berujar terorisme bukan berasal dari agama Islam atau agama manapun.

    "Kami harus memutuskan stigma tersebut dan menyelesaikan akar permasalahan, yaitu rasa ketidakadilan, dendam, keputusasaan, dan kesejahteraannya harus kita tingkatkan. Termasuk jumlah lapangan kerja, mata pencaharian, dan hidup yang lebih positif bagi mereka," kata Sandiaga.

    Khusus masalah korupsi, kata Sandiaga, ia mengaku tema tersebut menarik bagi dirinya. Menurut dia, korupsi telah menyinggung sendi-sendi kemasyarakatan, contohnya adalah korupsi di bidang korporasi.

    Simak juga: Ditanya Soal Persiapan Debat Capres, Ini Jawaban Jokowi

    "Saya berharap diskusi akan mendalam tentang bagaimana pemerintah dan seluruh masyarakat memerangi korupsi, khususnya di bidang swasta, selama ini belum tersentuh," kata Sandiaga membahas debat capres.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.